Kompas.com - 17/11/2013, 11:02 WIB
Ilustrasi peretas. ShutterstockIlustrasi peretas.
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Microsoft membangun pusat investigasi kejahatan siber (cyber crime center) baru untuk melawan berbagai program berbahaya dan kejahatan di dunia maya. Fasilitas baru ini dibangun di kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, AS.

Tempat tersebut akan menjadi "rumah" bagi para ahli keamanan, ahli hukum siber, peneliti, teknisi, dan analis forensik di Microsoft. Mereka bisa menggunakan fasilitas baru tanpa dibatasi oleh waktu untuk kepentingan penyelidikan.

"Kejahatan siber memang terjadi di kehidupan nyata, dan semakin parah. Ini bukan acara televisi. Kami memiliki banyak kasus penting yang harus dikerjakan sekarang juga," kata David Finn, yang memimpin unit kejahatan digital di Microsoft, seperti dilansir Reuters, Kamis (14/11/2013).

Fasilitas baru tersebut memiliki laboratorium untuk membedah sampel program berbahaya yang dapat diakses hanya dengan otorisasi sidik jari. Di ruangan lain, monitor melacak negara dan penyedia jasa internet yang di mesin server-nya terdapat program berbahaya.

Selain melawan program jahat seperti malware dan botnet, Microsoft juga menangani kejahatan siber seperti pornografi anak dengan memanfaatkan teknologi PhotoDNA yang mendeteksi foto dengan gambar yang sama.

Microsoft juga membantu mitra pembuat hardware dalam mengidentifikasi laptop-laptop yang dicuri. Setiap laptop memiliki kode aktivasi unik yang memungkinkan seorang pekerja Microsoft untuk mendeteksi di mana laptop itu berada.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X