Situs Webnya Diserang, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Kompas.com - 21/11/2013, 17:24 WIB
Kru Garuda Indonesia Melakukan Pengecekkan Pesawat di Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF), Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARIKru Garuda Indonesia Melakukan Pengecekkan Pesawat di Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF), Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com — Situs web Garuda Indonesia diserang peretas yang menyebabkan situs tersebut tidak bisa diakses pada Jumat dan Sabtu (15 dan 16 November 2013). Perusahaan telah melaporkan serangan tersebut kepada polisi.

Vice President of E-Commerce Garuda Indonesia Daniel Tumiwa mengatakan, hingga hari ini situs Garuda Indonesia yang beralamat di www.garuda-indonesia.com masih terus diserang. Namun, ia enggan mengungkap asal serangan tersebut.

“Kami telah melaporkan penyerangan ini kepada Polda. Mereka yang akan menangani, termasuk digital forensik,” kata Daniel saat ditemui KompasTekno di Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Penyerangan beberapa waktu lalu membuat layanan Garuda Indonesia lewat jalur internet, mobile, dan layanan online dengan beberapa agen perjalanan menjadi terganggu. Hal ini berakibat penjualan tiket menurun.

Pekan lalu, peretas yang mengklaim telah membobol sistem jaringan Garuda Indonesia memublikasikan data kartu kredit milik belasan pelanggan. Setelah dilacak, seseorang yang memublikasikan data tersebut menggunakan alamat internet protokol (IP address) dari Brasil.

Daniel mengatakan, pihaknya telah menghubungi dan berhubungan dengan pelanggan yang nama dan datanya dipublikasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tim teknis Garuda Indonesia berusaha menjaga agar layanan lewat internet berjalan baik. Mereka berjanji untuk meningkatkan keamanan dan menjamin data pelanggan.

Situs web Garuda Indonesia diduga telah menjadi korban dari perseteruan dua kelompok peretas.

Beberapa waktu lalu terjadi perseteruan antara kelompok peretas dari Indonesia dan Australia. Pada awal November 2013, kelompok peretas dari Indonesia mengaku telah menyerang situs web di Australia.

Hal itu disambut dengan peringatan keras dari kelompok peretas Australia yang meminta agar serangan dihentikan, terutama serangan pada situs web pemerintah atau lembaga sosial. Mereka mengancam akan melakukan serangan balasan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X