XL Ingin Kuasai Frekuensi Axis, Ini Kata Menkominfo

Kompas.com - 22/11/2013, 11:22 WIB
Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi Aditya Panji/KompasTeknoPresiden Direktur XL Hasnul Suhaimi
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler XL Axiata telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi Axis Telekom Indonesia pada September 2013. XL berharap, penyelesaian akuisisi Axis bisa rampung pada Maret 2014.

Presiden Direktur XL Axiata, Hasnul Suhaimi mengatakan, pihaknya masih harus menunggu persetujuan pemerintah. “Kalau belum ada izin dari pemerintah, kita belum bisa finalisasi,” kata Hasnul saat ditemui di Jakarta, Kamis (21/11/2013).

XL mengakuisisi Axis sebesar 865 juta dollar AS, dengan catatan buku Axis bersih dari utang dan posisi kas nol (cash free and debt free). Harga pembayaran akan digunakan untuk membayar nilai nominal saham Axis, serta membayar utang dan kewajiban Axis.

“Kami mengakuisisi Axis termasuk pelanggan, frekuensi, karyawan, dan seluruhnya. Kami berupaya juga melunasi utang Axis,” terang Hasnul.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, mengatakan, pihaknya masih menganalisis akuisisi Axis oleh XL. Ia menggarisbawahi kemauan XL yang menginginkan seluruh frekuensi Axis. Namun, menurut Tifatul, seluruh frekuensi Axis harus dikembalikan dulu kepada pemerintah.

“Pada dasarnya frekuensi tidak bisa diperjual-belikan, karena itulah seluruh frekuensi Axis harus dikembalikan dulu. Nanti kita putuskan berapa banyak frekuensi Axis yang diberikan ke XL,” terangnya.

Tifatul menyebut salah satu klausul dalam perjanjian jual beli besyarat XL-Axis, bahwa jika XL hanya mendapat sebagian kecil frekuensi Axis, kemungkinan akuisisi tersebut batal.

Frekuensi menjadi hal yang paling diincar XL dalam mengakuisisi Axis. Di spektrum frekuensi 1.800MHz, Axis memiliki alokasi 15MHz, sementara di 2.100MHz memiliki alokasi 10MHz.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000, disebutkan bahwa pemegang alokasi frekuensi tidak dapat mengalihkan frekuensi yang diperoleh kepada pihak lain. Namun, hal ini dimungkinkan jika ada izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X