Penyadapan Rugikan Industri Teknologi AS

Kompas.com - 29/11/2013, 08:35 WIB
Warga AS menggelar unjuk rasa rasa anti-penyadapan di Washington DC, AS, Sabtu (26/10/2013). Sementara, di Spanyol media setempat mengklaim 60 juta komunikasi telepon, SMS dan surat elektronik warga negeri itu disadap NSA. Allison Shelley / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPWarga AS menggelar unjuk rasa rasa anti-penyadapan di Washington DC, AS, Sabtu (26/10/2013). Sementara, di Spanyol media setempat mengklaim 60 juta komunikasi telepon, SMS dan surat elektronik warga negeri itu disadap NSA.
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Kemarahan publik atas penyadapan internet yang dilakukan Badan Nasional Keamanan Amerika Serikat (NSA) diprediksi akan merugikan penjualan global produk teknologi dari perusahaan AS karena hilangnya kepercayaan konsumen.

Menurut penelitian yang dilakukan Information Technology & Innovation Foundation, penyadapan NSA membuat konsumen meragukan keamanan informasi dari produk teknologi asal AS. Diprediksi, kerugian dalam industri teknologi AS mencapai 35 miliar dollar AS hingga 2016.

“Potensi dampak negatif ini cukup besar mengingat pertumbuhan ekonomi AS tergantung pada ekonomi informasi,” kata Rebecca MacKinnon dari New America Foundation, sebuah kelompok kebijakan yang berbasis di Washington, AS.

Seperti dikutip dari Bloomberg, pembuat peralatan jaringan komputer Cisco Systems, bulan ini diungkapkan bahwa penyadapan NSA menyebabkan keraguan terhadap produk AS bagi beberapa pelanggan di negara berkembang.

Salah satu industri yang terkena dampak adalah komputasi awan (cloud computing). Sebuah survei yang dilakukan kelompok industri Cloud Security Alliance menemukan bahwa 10 persen anggotanya (dari non-AS) sejak Mei 2013 membatalkan kontrak dengan penyedia komputasi awan yang berbasis di AS.

“Orang tidak akan percaya dengan perusahaan-perusahaan AS. Kita akan melihat batas-batas nasionalisme dimulai di dunia maya,” ucap Jason Healey, Director of Cyber Statecraft Innitiative di Atlantic Council.

“Kepercayaan, yang merupakan hal penting dalam bisnis ini, sedang terancam,” kata Richard Salgado, Director for Law Enforcement and Information Security di Google.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Salgado, pemerintah di seluruh dunia tentu mempertimbangkan untuk membatasi informasi yang bebas. “Ini akan memiliki konsekuensi berat yang tidak diinginkan, seperti peningkatan biaya, penurunan daya saing, dan kerugian bagi konsumen,” terangnya.

Google dan Yahoo disebut sebagai perusahaan berbasis internet yang dipantau oleh NSA. Kedua perusahaan yang menyediakan platform e-mail terbesar itu geram atas tindakan NSA dan melakukan enkripsi pada pusat data yang terhubung dengan kabel serat optik. Microsoft akan melakukan hal serupa.

Brasil, yang diduga korban penyadapan AS, menyerukan kepada dunia untuk membicarakan tata kelola internet. Upaya Brasil mendapat dukungan dari Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang juga jadi target NSA. Kelompok ini akan mengirim pesan politik bahwa "hak atas privasi harus dilindungi".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.