Sony Patenkan Teknologi Rambut Palsu Pintar

Kompas.com - 02/12/2013, 09:32 WIB
Smart wig. Smart wig.
|
EditorAditya Panji
KOMPAS.com — Saat berbicara tentang wearable gadget, yang terlintas di benak kita pada umumnya adalah jam tangan, kacamata, armband, dan sebagainya. Namun sempatkah terpikir di benak Anda sebuah rambut palsu (wig) pintar?

Sony baru-baru ini mematenkan teknologi rambut palsu pintar (SmartWig) ciptaannya. Menurut Sony, SmartWig berfungsi sebagai alat bantu navigasi, menggeser halaman slide saat presentasi hanya dengan menggerakkan alis, serta mengoleksi informasi kesehatan seperti tekanan darah dan sebagainya.

Selain itu, Sony juga mengatakan bahwa SmartWig bisa memproses data dan berkomunikasi secara nirkabel dengan perangkat lain.

"Wearable gadget sangat menjanjikan dan akan terus tumbuh dua tahun ke depan," ujar analis dari firma Frost & Sullivan, Andrew Milroy, seperti dikutip dari BBC, Jumat (29/11/2013). "Sony, yang sedang berusaha mengembalikan kejayaannya, tentunya ingin berperan banyak di sektor ini," imbuh Milroy.

Menurut Sony, selain memiliki kelebihan dibanding perangkat komputerisasi wearable lainnya, SmartWig juga nyaman dipakai. Perusahaan Jepang ini mengatakan, SmartWig bisa dibuat dari bahan rambut kuda, manusia, wol, bulu angsa, dan sebagainya.

Sony yakin bahwa SmartWig akan sangat populer karena bisa digunakan sebagai aksesori teknis yang pintar sekaligus fashionable.

Dengan sensor yang disembunyikan di balik rambut, Sony mengatakan bahwa SmartWig bisa menjadi alat bantu bagi penyandang tunanetra. Kamera video kecil yang ditanamkan juga bisa membantu memberikan informasi lokasi bagi pemakainya.

SmartWig rencananya bisa terhubung dengan gadget pintar lain, seperti kacamata dan smartphone. Kedua perangkat ini bisa mengirim perintah ke pemakai wig melalui jaringan, dan menavigasi pemakainya dengan memberikan perintah berupa kode getaran.

"Navigasi yang berbasis motor penggetar sudah lama diperkenalkan, tetapi belum ada yang mengintegrasikan dengan sebuah wig," tutur juru bicara Sony.

Selain fungsi navigasi, Sony juga menargetkan agar SmartWig bisa digunakan di sektor lain, seperti industri game, kesehatan, dan perkantoran.



Sumber BBC

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X