Menyimak Perjalanan Nelson Mandela di Museum Virtual Google

Kompas.com - 06/12/2013, 14:29 WIB
Sepotong kisah hidup Mandela yang diabadikan di Nelson Mandela Centre of Memory archives.nelsonmandela.orgSepotong kisah hidup Mandela yang diabadikan di Nelson Mandela Centre of Memory
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Nelson Mandela menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis (5/12/2013) malam waktu setempat.

Pejuang anti-apartheid ini tutup usia pada umur 95 tahun setelah sempat memimpin negerinya melawan penindasan selama lebih dari tiga dekade, termasuk 27 tahun yang dihabiskan di penjara sebagai tahanan politik.

Beberapa bulan sebelum Mandela meninggal, pada Maret lalu, koleksi arsip digital bernama Nelson Mandela Centre of Memory diluncurkan untuk mengabadikan kenangan tentang pria yang juga dikenal menyukai batik ini.

Situs online tersebut dikembangkan dengan bantuan dana sebesar 1,25 juta dollar AS dari raksasa internet Google. Selain dana segar, Google juga menyumbangkan keahlian dalam hal digitalisasi dan pengarsipan dokumen.

Hasilnya, sebagaimana dilaporkan oleh LA Times pada waktu peluncuran Nelson Mandela Centre of Memory, adalah sebuah memorial yang tak hanya berupa rangkaian kata-kata dan gambar, tapi juga menghadirkan pengalaman museum virtual bagi pengunjung.

Nelson Mandela Centre of Memory menceritakan perjalanan hidup Mandela yang dibagi ke dalam beberapa fase, yaitu "Kehidupan Awal", "Tahun-tahun di Penjara", "Masa Kepresidenan", dan "Masa Pensiun".

Di dalamnya disajikan koleksi foto, video, dan dokumen tentang Mandela -termasuk buku harian dan surat yang ditulis Mandela ketika berada dalam tahanan- yang bisa ditelusuri hingga tahun 1929.

Meski memperoleh pendanaan dan dukungan teknis dari Goolge, kepala memory programming Centre of Memory, Verne Harris, menegaskan bahwa pihaknya tetap memiliki hak atas pilihan materi yang digunakan dan cara mempresentasikannya.

"Konten-konten dimiliki oleh Centre of Memory, dan kontributor individual tetap memiliki hak cipta masing-masing," ujar Harris dalam sebuah pernyataan. "Google tak memiliki materi-materi yang bersangkutan. Proyek ini adalah tentang akses publik dan pelestarian sebuah warisan."

Untuk mengunjungi Nelson Mandela Centre of Memory, silakan klik tautan berikut ini.



Sumber LA Times
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X