Komisi Eropa Restui Microsoft Beli Nokia

Kompas.com - 09/12/2013, 09:41 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Kabar gembira datang dari Eropa bagi Microsoft. Pada 4 Desember 2014, The European Commision (Komisi Eropa) telah memberikan lampu hijau atas rencana Microsoft mengakuisisi bisnis mobile perangkat dan layanan Nokia.

Komisi Eropa adalah satu dari tiga institusi utama yang menjalankan pemerintahan di Eropa. Tugasnya adalah untuk menerapkan perundangan dan bertindak sebagai pengawal kesepakatan yang memberikan hukum bagi Uni Eropa (UE), mirip dengan DPR di Indonesia.

Dalam siaran pers di halaman web resminya, Komisi Eropa menyimpulkan bahwa akuisisi yang dilakukan Microsoft tidak akan mengganggu kompetisi pasar Eropa, karena pihaknya melihat tidak ada efek berlebih yang akan mengganggu kestabilan bisnis di negara-negara Eropa.

Komisi Eropa merasa sistem operasi mobile, aplikasi, dan software enterprise mail server milik Microsoft dan perangkat smartphone Nokia tidak akan membuat bisnis lain di Eropa tutup gara-gara langkah akuisisi ini.

Bergabungnya dua perusahaan raksasa teknologi tersebut disebut Komisi Eropa juga tidak memiliki overlap di wilayahnya. Rival-rival kuat mereka, seperti Samsung dan Apple juga diharapkan akan terus berkompetisi.

Namun demikian, Komisi Eropa memberikan beberapa catatan penting bagi Microsoft. Microsoft diharapkan tidak membatasi suplai aplikasi mobile-nya, seperti aplikasi Office Suite dan aplikasi komunikasi, Skype, agar bisa bersaing dengan perangkat mobile lain.

Saat ini aplikasi Office tidak tersedia di tablet yang menggunakan OS pihak ketiga. Pembatasan suplai hanya berlaku bagi tablet lain yang menggunakan OS Microsoft Windows.

Strategi ini dianggap Komisi Eropa akan membuat pengembang enggan membuat aplikasi untuk Microsoft, dan berimbas pada jumlah pengguna smartphone-nya.

Di pasar smartphone sendiri, aplikasi Office milik Microsoft hanya memiliki share sedikit. Begitu juga dengan aplikasi Skype. Aplikasi-aplikasi lain sejenis juga mulai banyak dibuat.

Jika melihat market share Windows dalam pasar mobile OS, Komisi Eropa memandang bahwa dengan membatasi kemampuan interoperablity dengan OS mobile pihak ketiga, maka akan memperlemah daya saing Skype.

Sebelumnya diberitakan, Microsoft harus mengajukan penundaan ke Departemen Kehakiman Amerika Serikat atas akusisi Nokia ini. Penundaan tersebut terpaksa dilakukan Microsoft karena belum ada lampu hijau dari Komisi Eropa, walau para pemegang saham telah setuju.

"Kami telah lama menantikan Nokia menjadi bagian dari keluarga Microsoft, dan kami sangat senang bahwa Komisi Eropa akhirnya menyetuji tanpa syarat yang berarti," ujar juru bicara Microsoft, seperti dilansir ZDNet, Rabu (4/12/2013).

Microsoft membeli unit bisnis perangkat dan layanan Nokia berikut sejumlah patennya pada September lalu senilai 7,2 miliar dollar AS. Microsoft berharap semua kesepakatan bisa diselesaikan pada kuartal pertama 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ZDNet
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.