Kompas.com - 16/12/2013, 15:51 WIB
Papan data center Facebook ReadWritePapan data center Facebook
|
EditorReza Wahyudi

 

KOMPAS.com - Pernah merangkai kata di kolom status update Facebook, namun memutuskan untuk menghapus dan tak jadi mem-posting-nya? Mungkin Anda mengira tulisan tersebut hilang selamanya. Namun ternyata, menurut penelitian terakhir, Facebook merekam tulisan yang batal di-posting tersebut.

Dikutip dari situs Slate.com, temuan mengejutkan tersebut terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Sauvik Das, mahasiswa PH.D Universitas Carnegie Mellon dan pekerja magang di Facebook, Adam Kramer.

Hasilnya dituangkan dalam artikel tentang studi perilaku sensor mandiri yang dikumpulkan dari lima juta pengguna Facebook berbahasa Inggris.

Terungkap, untuk mengumpulkan data apa saja yang pernah pengguna ketik, Facebook memang mengirim kode ke browser yang kita gunakan. Kode tersebut secara otomatis menganalisis apa yang pengguna ketik di semua text box apapun dan melaporkan metadata tersebut ke Facebook.

Menulis kata-kata dan menghapusnya dianggap Facebook sebagai proses interaksi tersebut. Fitur tersebut disebut Facebook dengan "self-cencorship". Namun, semua pengguna pasti tidak mengira jika tulisan tersebut ternyata tersimpan.

Perwakilan Facebook mengklaim bahwa perusahaan tidak menyimpan teks hasil self-censored. Namun, Facebook juga tidak menyangkal bahwa teknologi tersebut sebenarnya bisa dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menyimpan teks yang pengguna ketik memang umum dilakukan di penyedia layanan internet lain. Misalnya jika Anda menggunakan Gmail, draft message akan tersimpan secara otomatis saat Anda selesai mengetiknya. Bahkan jika Anda menutup browser tanpa menyimpan draft terlebih dahulu, biasanya Anda masih bisa menemui e-mail yang serupa dalam draft.

Pada intinya, Facebook menggunakan teknologi yang sama dengan yang dimiliki Google. Bedanya, Google menyimpan pesan untuk memudahkan penggunanya, sementara pengguna Facebook tidak menginginkan pemikiran yang tidak jadi di-posting tersebut tersimpan.

Jika Data Use Policy milik Facebook dibaca baik-baik, di sana tertulis bahwa Facebook mengumpulkan informasi yang Anda bagi atau saat Anda "melihat atau berinteraksi dengannya." Kalimat tersebut ada di bagian "Informations we received and how we use it."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Slate.com

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.