Telkom Kaji Pindahkan Flexi ke Telkomsel

Kompas.com - 18/12/2013, 10:01 WIB
Ratusan tenaga outsourching PT Telkom Divre VII Makassar mogok kerja, Senin (03/06/2013). KOMPAS.com/Hendra CiptoRatusan tenaga outsourching PT Telkom Divre VII Makassar mogok kerja, Senin (03/06/2013).
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com
- Telkom Indonesia sedang mempertimbangkan langkah strategis untuk menentukan masa depan layanan Flexi. Salah satu kemungkinan yang akan ditempuh adalah melikuidasi Flexi dan memindahkan pelanggannya ke Telkomsel.

Pihak Telkom memandang bisnis seluler berbasis Code Division Multiple Access ( CDMA) di Indonesia terus menurun. Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo mengatakan, Telkom merasa perlu membuat rencana jangka panjang terkait bisnis Flexi.

Namun, saat ini pihak Telkom masih mencari langkah yang paling tepat. "Segala sesuatu, baik yang berhubungan dengan pelanggan, penomoran, serta yang terkait dengan internal (infrastruktur dan sumber daya) akan dievaluasi secara menyeluruh," Arif saat dihubungi KompasTekno.

Rencananya, layanan Flexi yang selama ini berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) akan dialihkan menjadi Extended Global System for Mobile (E-GSM). Sekedar catatan, E-GSM merupakan upaya untuk memanfaatkan teknologi GSM di spektrum frekuensi 900 MHz.

Jika nanti Flexi berganti teknolog GSM, berarti pelanggan setianya harus mengganti ponsel yang mendukung GSM. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah penomoran.

Flexi memiliki lisensi Fixed Wireless Access (FWA) atau Telepon Tetap Nirkabel, yang berarti layanan seluler mobilitasnya terbatas. Karena itulah, sistem penomoran Flexi menggunakan nomor telepon tetap atau dikenal dengan telepon rumah yang memiliki kode area seperti "021" untuk Jakarta atau "022" untuk Bandung.

Pada kuartal ketiga 2013, Flexi melayani 11,6 juta pelanggan dengan 4.000 base transceiver station (BTS). Jumlah itu anjlok dari 16,8 juta pelanggan pada periode sama tahun lalu.

Apapun langkah Telkom nanti, harus mendapat restu dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, Telkom harus mengutamakan kenyamanan pelanggan jika ingin mengambil langkah terkait masa depan Flexi, termasuk masalah penomoran.

"Telkom punya hak untuk menentukan masa depan Flexi, tapi semuanya harus mendapat persetujuan regulator dan mengutamakan pelanggan serta layanan," tegas Gatot.

Terkait sumber daya frekuensi, Telkom tidak bisa begitu saja mengalihkan frekuensi yang dimiliki Flexi kepada Telkomsel. Karena, frekuensi merupakan sumber daya alam yang terbatas dan dikuasai oleh pemerintah. Selain itu, Telkom dan Telkomsel juga dua entitas yang berbeda.

Baca juga:
Flexi dan StarOne Tinggalkan CDMA, Smartfren Menyusul?
Flexi dan StarOne ke GSM, Apa Hambatannya?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X