Kompas.com - 18/12/2013, 11:47 WIB
Nura Uma Annisa, guru komputer TK Islam Al-Azhar 22 Semarang, menerangkan materi pelajaran dengan tablet di depan kelas, Selasa (17/12/2013) oik yusuf/ kompas.comNura Uma Annisa, guru komputer TK Islam Al-Azhar 22 Semarang, menerangkan materi pelajaran dengan tablet di depan kelas, Selasa (17/12/2013)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Nura Uma Annisa, guru komputer TK Islam Al-Azhar 22 Semarang, menerangkan materi pelajaran dengan tablet di depan kelas, Selasa (17/12/2013)

KOMPAS.com - "Ibuu, saya juga punya iPad di rumah!" ucap seorang murid Taman Kanak-kanak Islam Al-Azhar 22 Semarang dengan spontan begitu melihat Nura Uma Annisa, guru komputer TK tersebut, mengeluarkan perangkat tablet berbasis Windows 8 di depan kelas.

Hari Selasa (17/12/2013) siang kemarin, sang murid belia itu dan teman-temannya sedang mengikuti mata pelajaran komputer di dalam salah satu ruang yang disejukkan pendingin udara.

Tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi telah mengenalkan anak-anak pada beragam gadget sejak usia sangat dini. Banyak di antara para murid TK tersebut, misalnya lagi, langsung menyahut "Sayaaa!" ketika ditanya siapa yang paham cara mengunduh video YouTube.

Maka TK Islam Al-Azhar 22 pun berusaha mengikuti perkembangan zaman. Perangkat laptop dan tablet hasil memenangi lomba "IT Makeover Contest" yang diadakan Microsoft digelar di ruang-ruang kelas.

Alih-alih bermain atau melihat video musik, teknologi digital dari alat-alat elektronik itu dipakai untuk menyampaikan pelajaran dengan cara yang menarik untuk anak-anak.

"Menyambut Hari Ibu, hari ini mari kita lihat video tentang ibu," ucap Annisa. Sejurus kemudian tampillah video tentang kasih ibunda di layar proyektor yang digantung di depan kelas. Tak ketinggalan, tablet dipakai untuk menerangkan hadits Nabi soal surga yang berada di bawah telapak kaki ibu, lengkap dengan pelajaran membaca huruf Al-Qur'an.

"Di rumah, anak-anak kebanyakan memakai perangkat itu untuk bermain game. Kami ingin menegaskan bahwa alat-alat itu tak hanya untuk main, manfaatnya akan lebih besar jika dipakai untuk belajar," ujar Annisa ketika ditemui Kompas Tekno usai mengajar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Annisa pun setia mendampingi anak-anak dalam menggunakan aneka gadget yang tersedia di sekolahnya, mengajari mereka bagaimana cara berhitung dengan aplikasi kalkulator dan menulis nama sendiri di word processor.

"Mata pelajaran" yang disampaikan sengaja dibuat sangat mudah, karena tujuannya pada tahap ini hanya sebatas untuk mengenalkan teknologi tablet pada anak-anak. Tentu, teknologi yang dimaksud berkenaan dengan tujuannya untuk belajar, bukan melulu bermain.

Pihak TK Islam Al-Azhar 22 Semarang sendiri berinisiatif menambahkan materi pengenalan komputer di luar yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. "Kami tambahkan 1 jam untuk pendalaman agama dan 30 menit untuk IT," imbuh Annisa.

Dalam kesempatan yang sama, Windows Bussiness Group Head Microsoft Indonesia Lucky Gani mengatakan bahwa persinggungan anak-anak masa kini dengan dunia gadget -termasuk aspek hiburan di dalamnya- adalah hal yang tak terhindarkan. Menurut dia, banyak orang tua memberikan gadget ke anak agar tidak rewel, seperti halnya para anak dari generasi pra-booming internet "diusir" agar main di luar rumah.

"Mereka memang punya Angry Birds (di gadget), tapi yang paling penting adalah bagaimana teknologi ini bisa mereka pakai untuk melakukan sesuatu yang lebih selain konsumsi atau main game. Dengan masuk ke pendidikan, maka akan terimbangi," ucap Lucky.

TK Juara

TK Islam Al-Azhar 22 Semarang bukannya tiba-tiba mendapat durian runtuh dari Microsoft. Taman kanak-kanak ini mengikuti lomba IT Makeover Contest Asia Pacific yang digelar oleh raksasa software tersebut.

Lomba yang berorientasi pada usaha kecil menengah (UKM) ini menawarkan bantuan paket IT dari Microsoft. Tapi pesertanya tak hanya terbatas untuk kalangan bisnis saja, melainkan juga bisa diikuti oleh institusi pendidikan.

Untuk mengikuti lomba, para peserta diharuskan membuat video mengenai tujuan penerapan IT di lingkungan masing-masing dan mengapa mereka membutuhkan pengembangan IT. Entry untuk kontes mulai dibuka sejak Mei lalu.

"Saya bikin videonya 2 bulan, pakai tripod karena malu kalau disorot orang dengan kamera," ujar Annisa setengah tersipu. Selama waktu itu, dia berkeliling sekolah untuk merekam prasarana IT di tempatnya yang agak "kuno". juga beragam adegan ceria dari para murid. Lalu video disunting hingga dinilai layak tampil di depan juri yang menilai.

Jerih payah Annisa berserta pihak sekolah dan anak-anak murid tak percuma. Awal September lalu, TK Islam Al-Azhar 22 Semarang diumumkan sebagai pemenang pertama IT Makeover Contest Asia Pacific Microsoft yang baru kali ini digelar, menyisihkan 9 finalis tingkat regional lain dari negara-negara seperti Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Singapura.

TK Islam Al-Azhar lantas diganjar hadiah senilai 15.000 dollar AS dalam bentuk perangkat keras seperti laptop dan tablet serta lisensi software macam Office 365 dan SkyDrive. Para murid cilik di sekolah itu pun kini belajar menyeimbangkan aspek bermain dan belajar di gadget mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.