Kompas.com - 19/12/2013, 13:35 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Mantan karyawan dinas intelijen Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Edward Snowden, menulis surat terbuka yang menyatakan kesiapannya membantu Pemerintah Brasil dalam menyelidiki aksi penyadapan NSA terhadap warga dan Pemerintah Brasil.

Surat terbuka itu dipublikasi dalam salah satu koran Brasil, Folha de S Paulo, yang berbahasa Portugis. Di surat itu, Snowden menjelaskan bahwa anggota parlemen Brasil memintanya untuk ikut menyelidiki aksi mata-mata NSA. Snowden pun bersedia untuk membantu.

Sebagai syaratnya, ia mengajukan permohonan suaka permanen ke negara Brasil.

"Saya telah menyatakan kesediaan saya untuk membantu secara tepat dan sah. Sayangnya Pemerintah AS telah bekerja sangat keras untuk membatasi kemampuan saya dalam melakukan hal itu. Bila suatu negara belum memberi suaka politik permanen, Pemerintah AS akan terus mengganggu kemampuan saya untuk berbicara," tulis Snowden.

Snowden memuji Pemerintah Brasil yang dengan tegas menentang aksi mata-mata AS. Sejak saat itu, hubungan diplomatik AS-Brasil memanas.

Presiden Brasil Dilma Rousseff memerintahkan perusahaan telekomunikasi lokal akan membangun sistem serat optik baru untuk menghindari penyadapan NSA. Brasil dan negara lain yang diduga menjadi korban penyadapan NSA, termasuk Jerman, menyerukan kepada dunia agar membicarakan tata kelola internet.

Snowden adalah ahli komputer yang membocorkan data intelijen NSA. Ia pun menjadi buron Pemerintah AS. Agustus 2013, Snowden berhasil mendapat suaka di Rusia selama setahun.

Snowden membocorkan dokumen rahasia NSA kepada jurnalis bernama Green Greenwald, lalu dipublikasikan di The Guardian pada Juni 2013. Oktober lalu, Greenwald mendesak senator Brasil memberi suaka kepada Snowden yang dinilai dapat membantu pemerintah memahami program mata-mata NSA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.