Kompas.com - 02/01/2014, 14:50 WIB
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Nama dan nomor telepon milik 4,6 juta pengguna Snapchat dicuri oleh peretas yang kemudian memublikasikannya di internet.

Sebuah situs bernama SnapchatDB merilis data tersebut, tetapi menyensor dua angka terakhir nomor telepon.

Data itu telah dihapus dari situs tersebut. Namun, versi tersembunyi (cached) masih tersedia.

Pencurian data itu terjadi beberapa hari setelah sebuah perusahaan Australia, Gibson Security, memperingatkan adanya kelemahan di aplikasi Snapchat yang bisa dieksploitasi oleh peretas.

Cacat teknologi

Pencuri yang memublikasikan data itu mengatakan, mereka memang memanfaatkan cacat teknologi yang ditunjukkan oleh Gibson Security.

"Kami menggunakan versi termodifikasi dari metode eksploitasi yang disebut oleh eksekutif Gibson," kata pelaku, seperti dikutip blog teknologi Tech Crunch.

Snapchat meraih popularitas sebagai aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk berbagi foto dan merasa aman karena mereka sendiri yang menghapus foto-foto tersebut setelah dilihat.

Ada juga fitur bernama Find Friends yang memungkinkan pengguna mengunggah buku alamat kontak mereka untuk mencari teman yang juga menggunakan layanan serupa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.