Kompas.com - 11/01/2014, 12:21 WIB
Peretas meneror pemerintah Singapura YouTubePeretas meneror pemerintah Singapura
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Remaja Australia bernama Joshua Rogers ini berniat baik dengan melaporkan resiko sekuriti yang ditemukannya di wesite Public Transit Victoria (PVT), institusi pemerintah yang bertanggung jawab atas sistem transportasi di Benua Kanggguru itu. Siapa sangka, dia malah berurusan dengan polisi karena tindakan tersebut.

Ceritanya, seperti dilansir oleh PCWorld, pada 26 Desember 2013 lalu Rogers mengirim e-mail ke PVT setelah menjumpai celah keamanan besar di database milik lembaga itu. Celah ini membuka akses ke 600.000 data pelanggan sistem transport, permasuk nomer kartu kredit, alamat, e-mail, password, hingga telepon dan nomer kartu identitas warga manula.

"Saya telah menemukan kerawanan yang sangat serius dalam website yang membocorkan informasi penting yang tersimpan di server," tulis Rogers yang mengaku sebagai hacker white hat -istilah untuk peneliti keamanan yang tak bermaksud meretas sistem- dalam surat elektroniknya.

Rogers mengaku tak tahu siapa yang harus dihubungi untuk melaporkan masalah ini, maka dia mengirimkan e-mail itu ke 13 pegawai PVT, termasuk Chief Information Officer (CIO) institusi tersebut.

Beberapa lama menunggu, laporan Rogers tak kunjung ditanggapi. Maka, Rogers pun menghubungi koran harian The Age di kota Melbourne, negara bagian Victoria, tempat dia tinggal.  The Age yang kemudian mengontak PVT mendapat informasi bahwa Rogers rupanya telah diadukan ke polisi dengan tuduhan "akses jaringan tanpa izin".

Dalam sebuah pernyataan, PTV mengatakan bahwa informasi tentang celah keamanan tersebut diperoleh dari "pihak ketiga" yang tak lain merupakan Rogers, dan bahwa database yang bermasalah sudah tak dipakai lagi.

Para peneliti keamanan atau orang yang menemukan celah keamanan biasanya memang akan mempublikasi temuannya saat tidak memperoleh tanggapan dari pihak yang diberi informasi. Dalam kasus Rogers, dia menghubungi media tapi tidak menjelaskan secara detal tentang celah dimaksud ataupun data pengguna yang bisa diakses.

Juru bicara kepolisian Victoria mengatakan masih menunggu apabila PVT hendak mengajukan tuntutan hukum resmi atas Rogers.

Rogers sendiri mengaku masih belum dihubungi oleh Polisi. Dia mengatakan telah mempertimbangkan kemungkinan PVT bakal membuat aduan ke polisi.

"Mereka ingin mengalihkan isu dari blunder mereka sendiri, jadi mereka akan mengejar saya," kata Rogers, sambil menambahkan bahwa dia telah bersiap-siap untuk menghadapi hal tersebut. "Saya tak melakukan kesalahan apapun," lanjutnya lagi.



Sumber PCWorld
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X