Kompas.com - 21/01/2014, 10:15 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat tampaknya masih belum bisa beralih dari perangkat BlackBerry. Hal tersebut terlihat dari besarnya jumlah penggunaan produk tersebut di sistem manajemen terbaru Pentagon.

Sejak tahun 2012 lalu, pihak Pentagon menjalankan peralihan sistem manajemen, dari tethered workstation ke akses informasi via mobile. Seperti dikutip dari Phone Arena, Senin (20/1/2014), ide di balik proyek senilai 16 miliar dollar AS ini adalah untuk memastikan bahwa data militer milik 300.000 penggunanya tidak bocor saat mobile.

Peralihan ini dikatakan akan segera selesai dan sistem manajemen baru tersebut mulai dijalankan pada 31 Januari mendatang.

Nah, untuk mengakses sistem baru tersebut, pihak Pentagon menyiapkan dan mengaktifkan puluhan ribu perangkat mobile, yang didominasi oleh produk besutan BlackBerry.

Pihak Pentagon dikatakan akan mengaktifkan 80.000 perangkat BlackBerry dan 1.800 produk berbasis iOS dan Android.

Perangkat-perangkat tersebut terdiri dari iPad generasi ketiga dan keempat, iPhone 4S, iPhone 5, tablet Samsung berukuran 10.1 inci, Samsung Galaxy S III, dan Motorola Droid RAZR.

Adapun seri produk BlackBerry yang akan digunakan masih belum dibeberkan oleh pihak Pentagon.

Nantinya, semua perangkat yang masuk ke dalam proyek ini dapat mengakses sebuah toko aplikasi khusus, kunci enkripsi untuk Departemen Keamanan, dan e-mail enterprise. Pada akhir bulan Mei, pengguna akan mendapatkan update yang mengizinkan mereka untuk mengedit dokumen Microsoft Office.

BlackBerry memang terlihat sangat percaya diri untuk masalah keamanan ini. Sebelumnya, John Chen, CEO Interim BlackBerry, pernah mengungkapkan bahwa ponsel BlackBerry, karena fitur keamanannya, masih menjadi pilihan utama, bahkan tidak tergantikan di kalangan Pemerintah AS.

Menurutnya, hanya ada satu perangkat yang mendapat status "Boleh Digunakan" di Departemen Keamanan AS, yaitu BlackBerry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.