Nonton Pakai Google Glass, Diciduk FBI

Kompas.com - 23/01/2014, 07:02 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Kacamata pintar Goole Glass.

KOMPAS.com — Perangkat Google Glass ternyata masih mengundang kecurigaan yang bisa berujung pada kejadian tidak mengenakkan bagi si pemakai, tak terkecuali di negeri asalnya sendiri, Amerika Serikat.

Salah satu peristiwa seperti itu dialami oleh seorang pria asal Ohio, AS. Ceritanya, sebagaimana dilansir oleh Business Insider, pada 18 Januari lalu, lelaki pengguna Google Glass yang tidak disebutkan namanya tersebut sedang bermalam minggu dengan menonton film di bioskop Easton Mall, kota Colombus, AS. Film yang ditonton bersama istrinya mengisahkan sepak terjang agen rahasia CIA, berjudul Jack Ryan: Shadow Recruit.

Sekitar satu jam setelah mulai menonton, tiba-tiba pasangan itu didatangi seseorang yang menunjukkan lencana mirip petugas polisi. Orang tersebut melepas Google Glass yang dipakai di kepala si pria dan memintanya bersama sang istri agar keluar dari gedung bioskop.

"Rasanya memalukan sekali, di luar bioskop sudah ada sekitar 5-10 polisi dan petugas keamanan mall," kata si pria empunya Google Glass.

Rupanya, pihak AMC yang mengelola bioskop melihat Google Glass yang dipakai pria itu dan curiga dia memakainya untuk merekam film secara diam-diam. AMC lantas memanggil pihak berwenang. Pria tersebut kemudian diinterogasi secara "sukarela" (tapi disertai ancaman) oleh orang-orang yang disebutnya sebagai "agen federal" atau FBI.

Dia berusaha menerangkan bahwa dirinya sama sekali tidak berusaha merekam film dengan kacamata pintar tersebut. "Saya terus menyuruh mereka mengakses Glass dan melihat bahwa tidak ada apa-apa, kecuali foto istri dan anjing saya," ujar si pria yang ternyata merupakan korban salah sangka itu.

Pada saat menonton film, si pria mengaku mematikan Google Glass agar tak mengganggu. Tetapi, berhubung dia memakai versi Glass yang tersambung ke frame kacamatanya sendiri (perscription glass), perangkat itu terpaksa dipakai terus agar dia bisa melihat.

Para penginterogasi tidak percaya dan malah menanyai dia macam-macam. Akhirnya, ada petugas yang datang membawa laptop. Agen FBI tersebut kemudian mengunduh semua file yang ada dalam Google Glass dan menelusurinya satu per satu.

Selang lima menit kemudian, para petugas menyadari kesalahan mereka. Agen-agen yang mengaku diutus oleh "asosiasi film" ini memberikan empat tiket bioskop gratis ke sang pemilik Google Glass, tetapi pria tersebut tetap gusar karena tidak mendengar permintaan maaf.

"Dia cuma bilang dihubungi AMC, lalu dia mengontak FBI… Saya sebenarnya bisa terima kalau dia bilang, 'Mohon maaf atas kesalahan ini'. Empat tiket gratis itu justru membikin saya tersinggung," gerutu si pria pemilik Google Glass.

Adapun Google Glass sebenarnya belum dijual bebas hingga saat ini. Pria tersebut adalah salah satu peserta program Glass Explorer yang berperan sebagai penguji versi beta dari Glass.

Ini bukan kali pertama pemakai Google Glass bermasalah karena diduga melanggar hukum. Minggu lalu, seorang wanita yang ditilang karena memakai Google Glass saat berkendara dibawa ke meja hijau. Hakim kemudian memutuskan bahwa dia tidak bersalah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.