Kompas.com - 30/01/2014, 12:02 WIB
Motorola Moto X The VergeMotorola Moto X
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Lenovo telah melakukan kesepakatan dengan Google untuk membeli divisi handset Motorola senilai 2,9 miliar dollar AS. Di bawah Lenovo, Motorola diharapkan bisa berkembang lebih pesat.

Motorola sempat memiliki nama yang besar di industri ponsel, tetapi akhirnya kalah bersaing sebelum akhirnya dibeli oleh Google pada tahun 2012, yang bertujuan untuk mendongkrak eksosistem Android.

Namun, walau Motorola menelurkan smartphone-smartphone Android yang berkualitas, ternyata Google belum bisa mendongkrak bisnis handset-nya. Karena itulah, Google melepas Motorola ke perusahaan yang sepenuhnya terjun di bisnis handset.

Kini di bawah Lenovo, Motorola diharapkan bisa berkembang lebih baik dibandingkan saat ditangani oleh Google. Harapan tersebut muncul setelah melihat rekam jejak Lenovo dalam menangani produk hasil akuisisi, seperti yang dilakukan terhadap ThinkPad sebelumnya.

Dikutip dari Cnet, Kamis (29/1/2014), setidaknya ada beberapa hal yang bisa membuat Motorola lebih bersinar di bawah Lenovo.

Pertama adalah persilangan teknologi antara Motorola dan Lenovo akan menghasilkan perangkat Android yang lebih sempurna.

Motorola telah meluncurkan beberapa smartphone dengan fitur yang futuristis dan inovatif, seperti Motorola Moto X dan Droid Maxx. Namun sayangnya, smartphone tersebut belum bisa menyamai kemampuan smartphone top lain, seperti Samsung Galaxy Note 3, Note 4, LG G2, Nexus 5, atau HTC One.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara di sisi lain Lenovo memiliki Vibe Z yang mengusung prosesor quad core Snapdragon 800 2,2 GHz. Prosesor ini jelas performanya di atas platform komputasi X8 yang saat ini digunakan Motorola.

Kedua adalah faktor desain. Lenovo setelah membeli bisnis laptop ThinkPad dari IBM berhasil mempertahankan desain keyboard yang banyak dipuji. Ini dijadikan patokan bahwa Lenovo juga harus bisa mempertahankan kualitas desain yang dimiliki Moto X. Jika Lenovo berhasil, bisa saja desain smartphone Motorola mendatang bisa lebih baik dibanding Samsung, Apple, atau bahkan HTC.

Faktor penentu ketiga adalah kamera. Lenovo akan membekali Vibe Z dengan kamera bersensor 13 megapiksel yang diharapkan juga akan diintegrasikan ke dalam smartphone Motorola.

Selama ini kualitas kamera Motorola kurang bisa bersaing, seperti Droid Razr dan Moto X, yang kalah di sisi kualitas foto. Di lini smartphone yang diluncurkan tahun 2013, Motorola memasang sensor 10 megapiksel.

Kini, catatan kesuksesan Lenovo dalam setiap akusisinya seolah membayang-bayangi. Harapan tinggi diletakkan di pundak Lenovo untuk membawa Motorola lebih sukses di pasar smartphone, atau setidaknya bisa lebih baik dibanding saat Motorola di bawah Google.

Lenovo saat ini merupakan produsen smartphone terbesar kelima di dunia, dengan sebagian besar konsumennya berasal dari China. Dengan pembelian bisnis Motorola ini, posisi Lenovo di pasar smartphone dunia terdongkrak ke posisi tiga besar.

Sebelumnya, Lenovo juga telah mengatakan akan menyasar pasar Amerika. Dengan akusisi Motorola ini, nampaknya Lenovo sudah berada di jalur yang benar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.