Domain .id Lebih Cepat dan Aman, Ini Alasannya

Kompas.com - 14/02/2014, 12:03 WIB
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Aditya Panji/Kompas.comPengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi)
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Pendaftaran domain internet .id (dot id) selama ini dinilai lebih rumit ketimbang domain internasional seperti .com atau .net. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia ( Pandi), punya alasan mengapa pendaftaran domain .id harus memenuhi sejumlah aturan yang cukup ketat.

Syarat ketat tersebut diberlakukan semata untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna internet di Indonesia, khususnya pengguna domain internet .id.

Pandi mengklaim penggunaan domain .id lebih aman ketimbang domain lainnya. Karena Pandi bisa menjaga domain .id tidak dipakai untuk aktivitas yang melanggar hukum di Indonesia, termasuk perjudian, pornografi hingga penipuan.

Dalam kasus penipuan online misalnya, jika dilaporkan ada situs web jual beli dengan domain .id yang melakukan penipuan, Pandi punya hak untuk mencabut kepemilikan domain tersebut. Hal ini dimungkinkan karena Pandi memiliki semua data pemilik domain .id.

"Kami punya hak untuk mencabut kepemilikan domain .id bahkan memblokir siapa saja yang melanggar hukum. Di sini kami berusaha meminimalkan angka penipuan atau kejahatan siber," kata Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah, beberapa waktu lalu.

Menurut data perusahaan keamanan Vaksin.com, di Indonesia tercatat ada lebih dari 30 situs web jual beli online palsu pada April 2013, yang mayoritas menggunakan domain .com. Situs tersebut dikunjungi lebih dari 15.000 per hari, dan jumlah halaman yang dibuka lebih dari 100.000 per hari.

Andi berpendapat, sejauh ini tidak ditemukan situs jual beli online palsu yang memakai domain .id. Hal ini dikarenakan untuk membuat sebuah domain .id, dibutuhkan dokumen tentang identitas warga negara Indonesia yang masih berlaku, seperti KTP, SIM, atau paspor.

Untuk membuat domain .co.id, misalnya, dibutuhkan legalitas yang menyatakan bahwa pihak yang mengajukan adalah sebuah perusahaan, bukan perorangan. Begitu pula dengan domain .ac.id yang membutuhkan legalitas perguruan tinggi, serta .net.id yang butuh legalitas sebagai penyedia jaringan telekomunikasi.

Bukan hanya penipuan online, Pandi juga mendukung program pemerintah yang berusaha menyensor konten pornografi dan perjudian online karena melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Lebih cepat

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X