Kompas.com - 17/02/2014, 12:49 WIB
Kamera saku Canon PowerShot N100 oik yusuf/ kompas.comKamera saku Canon PowerShot N100
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Kamera saku Canon PowerShot N100
KOMPAS.com - Popularitas smartphone telah memaksa para produsen kamera saku terus berinovasi agar produk-produknya tak kalah bersaing dengan gadget mobile berkamera. Masing-masing memiliki caranya sendiri, mulai dari membuat kamera berbasis Android sampai modul lensa terpisah untuk ponsel pintar.

Nah, yang dilakukan oleh Canon pada PowerShot N100 terbilang unik. Kamera yang turut dipajang pada pameran fotografi CP+ di Yokohama, Jepang, yang dihadiri langsung wartawan KompasTekno, Oik Yusuf, minggu lalu ini dibekali dengan serangkaian fitur pengambilan gambar yang umum ditemukan pada smartphone.

Contohnya antara lain adalah keberadaan kamera kedua di bagian atas LCD di sisi belakang yang memungkinkan pengguna menjepret foto selfie. Kamera kedua yang menghadap ke arah pengguna ketika membidik gambar ini dilengkapi lensa dengan cakupan cukup lebar, yakni 25mm (ekuivalen 35mm).

oik yusuf/ kompas.com
Kamera belakang pada PowerShot N100 memungkinkan pengguna mengambil gambar selfie, dan menggabungkannya dengan hasil tangkapan kamera utama dalam 1 frame
Tak hanya itu, Canon juga menanamkan fungsi dual capture sehingga pemilik PowerShot N100 bisa mengambil gambar dari kamera utama dan kamera sekunder secara bersamaan dan menggabungkan hasilnya dalam satu frame. Fitur ini mirip dengan kemampuan serupa yang terdapat pada smartphone seperti Samsung Galaxy S4.

Produk yang memiliki embel-embel "Story Camera" ini juga mengusung kemampuan menyusun video bernama "Story Highlight" dari rangkaian foto dan klip video yang diambil dalam satu hari. Fitur tersebut kurang lebih serupa dengan video Hightlights Reel dari smartphone HTC One, juga Story Maker ala BlackBerry 10. Contoh hasilnya bisa dilihat di bawah.

Hasil foto dan video tangkapan PowerShot N100 bisa langsung ditransfer ke gadget mobile dengan fitur konektivitas WiFi yang disediakan. Ada pula sejumlah filter gambar berbau retro yang umum ditemukan di kamera saku masa kini.

oik yusuf/ kompas.com Video Story Highlights bisa dibuat secara otomatis hanya dengan menekan satu tombol di sebelah kiri gambar di atas. PowerShot N100 akan mencarirangkaian foto dan klip video yang diambil pengguna dengan algoritma seleksi khusus dan menyatukan hasilnya dalam satu file vide
Semua kemampuannya membuat PowerShot N100 terasa sangat mirip dengan smartphone dalam hal kapabilitas pengambilan gambar dan penyajian momen-momen yang terekam.

Akan tetapi, berbeda dari seri Galaxy Camera milik Samsung, misalnya, konvergensi antara kamera dan smartphone pada PowerShot N100 lebih menitikberatkan pada kapabilitas kamera tanpa disertai OS mobile macam Android.

oik yusuf/ kompas.com
Layar LCD touch-sensitive pada PowerShot N100 bisa ditekuk 90 derajat ke arah atas
Tentu, PowerShot N100 juga bisa difungsikan layaknya kamera konvensional. Kamera utama (di bagian depan) produk ini dilengkapi sensor berukuran 1/1,7 inci yang dipasangkan dengan lensa berjangkauan 24-120mm (ekuivalen full-frame) f/1.8-5.9/.

Di samping itu, PowerShot N100 turut menyediakan layar sentuh LCD 3 inci yang bisa ditekuk ke atas selebar 90 derajat. Produk ini rencananya akan mulai dipasarkan pada Mei mendatang dengan kisaran harga 350 dollar AS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X