Kompas.com - 18/02/2014, 08:38 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Kamera Canon PowerShot G1X Mark II memiliki layar tiltable display yang bisa ditekuk 180 derajat ke arah depan

KOMPAS.com - Canon pertama kali memperkenalkan seri PowerShot G1X pada 2012 lalu. Lini produk kamera ini terbilang unik karena secara teknis merupakan kamera saku dengan lensa yang terpasang permanen, tapi dibekali dengan sensor berukuran 1,5 inci yang besarnya hampir menyamai kamera DSLR.

Dua tahun kemudian, Canon memperkenalkan penerusnya, yakni PowerShot G1X Mark II. Kamera ini mengusung banyak perubahan dan memperbaiki banyak kekurangan pendahulunya. G1X Mark II, misalnya, tak lagi memiliki jendela bidik optis yang memang memiliki cakupan terbatas.

Alhasil, kamera ini pun tampak lebih ramping dengan sisi atas yang sedikit dipangkas, walaupun tetap tak bisa dibilang "pocketable" alias muat di saku. Ini karena bagian lensa yang agak mencuat ke luar.

oik yusuf/ kompas.com
PowerShot G1X Mark II (kiri) memiliki ukuran yang lebih tebal dibandingkan PowerShot G12 karena bagian lensa yang agak mencuat ke luar

Lensa itu pun telah diperbarui. Jangkauannya kini mencapai 24-120mm (ekuivalen 35mm) dengan bukaan f/2.0-3.9. Angka focal length itu lebih tinggi di sisi cakupan wide dan tele dibanding lensa milik G1X generasi pertama, tetapi sekaligus memiliki bukaan lebih besar.

Lensa ini dilengkapi dengan dua buah ring. Satu ring berfungsi untuk mengatur parameter kamera (aperture/ shutter speed), sementara lainnya merupakan manual focus ring yang bisa digunakan untuk mengatur fokus sewaktu-waktu. Mekanisme zoom tetap dijalankan dengan kenop di sekeliling tombol shutter, layaknya kamera saku.

oik yusuf/ kompas.com
Lensa pada PowerShot G1X Mark II memiliki jangkauan setara 24-120mm pada format 35mm dan bukaan lebar

Lampu flash pun didesain ulang dengan menerapkan konsep pop-up disertai pemakaian engsel, dibanding G1X generasi pertama yang ditempatkan secara fixed menghadap bagian depan bodi, mirip dengan PowerShot G12. Model flash dengan engsel fleksibel ini memiliki kelebihan karena bisa ditekuk ke belakang untuk memantulkan flash ke langit-langit ruangan (bounce).

oik yusuf/ kompas.com Layar LCD pada PowerShot G1X Mark II bisa ditekuk 180 derajat ke arah depan
oik yusuf/ kompas.com
Lampu flash milik PowerShot G1X Mark II dilengkapi engsel fleksibel

Engsel layar LCD juga mengalami perubahan, di mana jenisnya kini menjadi tiltable display, bukan fully articulated screen seperti pendahulunya. Meski juga bisa ditekuk hingga 180 derajat ke arah depan, layar ini kurang fleksibel karena tak bisa diputar ke atas/ bawah saat kamera berada dalam orientasi portrait atau vertikal.

Sebagai alternatif layar LCD, G1X Mark II kini menyediakan akeseoris jendela bidik elektronik (EVF-DC1) yang bisa dibeli terpisah. EVF yang terpasang di hot shoe G1X Mark II ini dibekali dengan sensor jarak sehingga bisa diaktifkan secara otomatis ketika pengguna mendekatkan mata untuk melakukan framing.

Adapun EVF-DC1 memiliki resolusi 2,36 megapixel atau XGA. Viewfinder elektronik ini bisa ditekuk ke atas untuk pengambilan foto dengan sudut low-angle.

oik yusuf/ kompas.com
Canon turut memperkenalkan aksesoris electronic viewfinder (EVF) untuk mendampingi G1X

Dari segi layout tombol, tak banyak perubahan yang diterapkan oleh Canon. Hampir semuanya tetap berada ditempat yang sama dengan fungsi serupa pula. Begtu pula dengan tampilan menu untuk mengatur aneka  macam setting kamera yang pasti familiar dengan pengguna seri kamera  saku PowerShot dari Canon.

Di bagian dalam G1X Mark II tertanam sensor 12 megapixel dengan luas penampang yang 4,5 kali lebih besar dibandingkan sensor tipe 1/1,7 inci yang umum terdapat di kamera saku. Meski resolusinya sedikit lebih kecil dibanding G1X generasi pertama (14 megapixel), G1X Mark II menjanjikan kualitas tangkapan foto yang lebih baik dengan paduan prosesor gambar Digic 6.

Sistem autofokus tak lupa ditingkatkan kualitasnya. G1X Mark II kini memiliki 31 titik AF, dibandingkan seri pertama kamera ini yang hanya berjumlah sembilan. Berdasarkan pengalaman Kompas Tekno menjajalnya di pameran fotografi CP+ di Yokohama, Jepang, 13 Februari lalu, autofokus G1X Mark II terasa lebih gegas dari pendahulunya.

oik yusuf/ kompas.com
Antarmuka Canon PowerShot G1X Mark II

Lensa yang memiliki bukaan lebih lebar juga menghasilkan bokeh (blur) yang lebih halus. Sayang, pihak Canon belum dapat memberikan sample foto karena model yang dipajang dalam pameran ketika itu bukan merupakan versi final atau production model.

Secara umum,  menggunakan G1X Mark II memberi sensasi yang berbeda dibanding G1X generasi pertama, namun tetap familiar untuk siapapun yang pernah menggunakan kamera saku PowerShot "G Series" dari produsen ini.

Dengan harga retail yang dipatok pada kisaran 800 dollar AS. G1X Mark II akan berhadapan dengan model-model kamera saku high-end seperti Sony RX100 Mark II yang jauh lebih ramping meski memiliki sensor lebih kecil, juga dengan model-model kamera mirrorless dari beberapa produsen yang berada pada level harga tersebut.

Daya tarik utama yang ditawarkan G1X Mark II adalah kombinasi sensor besar dan lensa berbukaan lebar dengan jangkauan luas. Harga yang harus dibayar untuk mendapatkan dua hal tersebut adalah ukuran fisik yang terbilang bongsor untuk ukuran "kamera saku". Mampukah G1X Mark II menarik hari konsumen? Nantikan kehadirannya di pasaran mulai April 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.