Kompas.com - 18/02/2014, 10:04 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Kamera high-zoom Canon PowerShot SX700HS

KOMPAS.com - Industri kamera, terutama kamera saku, sedang babak belur menghadapi gempuran smartphone. Laporan Camera & Imaging Products Association (CIPA) yang dirilis awal Februari menyebutkan bahwa, sepanjang 2013, angka pengkapalan kamera dengan lensa built in (termasuk kamera saku) tercatat mengalami penurunan year-on-year sebesar 41,4 persen.

Di tengah-tengah loyonya pasar kamera saku tersebut, kamera kategori "high-zoom" justru mencatat grafik positif. "Pertumbuhan year-on-year di Jepang pada 2013, misalnya, mencapai 153 persen," jelas Mitsuo Matsudaira, Group Executive divisi kamera Saku Canon dalam sebuah presentasi yang dihadiri wartawan KompasTekno, Oik Yusuf, di kantor pusat Canon, Tokyo, Jepang, Rabu (12/2/2014) minggu lalu.

Penyebab di balik hal tersebut sederhana saja. Kamera tipe ini menawarkan satu keunggulan yang tak dimiliki oleh smartphone, yaitu kemampuan zoom optis yang mampu memperluas atau mempersempit bidang pandang tanpa menurunkan kualitas gambar.

Kamera "high-zoom", atau yang sering disebut sebagai kamera "perantara" (bridge) yang duduk di tengah-tengah kategori kamera saku dan DSLR, memang menawarkan tingkat zoom luar biasa. Seri PowerShot SX700 HS dari Canon, misalnya, menawarkan rentang focal length 30x, yaitu 25-750mm (ekuivalen 35mm). Ini berarti pengguna bisa memperoleh cakupan wide dan super tele dalam satu kemasan.

Di sisi lain, kebanyakan smartphone hanya mampu mengandalkan digital zoom untuk melakukan zooming pada foto. Teknik ini mengurangi kualitas foto sehingga tampilan akhirnya terlihat "pecah".

Beberapa cara alternatif kemudian coba ditempuh oleh produsen gadget untuk melakukan zoom tanpa degradasi kualitas foto Contohnya seperti Lumia 1020 dari Nokia yang membekali diri dengan sensor 41 megapixel. Smartphone ini mampu melakukan zoom digital hingga 5 kali, namun hasil akhirnya terbatas pada resolusi 5 megapixel karena teknik digital zooming mau tak mau akan mengurangi resolusi.

Terbentur bodi

Mengapa smartphone tak bisa menerapkan optical zoom? Ini lantaran mekanisme zoom optis membutuhkan elemen lensa dengan jumlah banyak dan bentuk fisik yang besar (tabung lensa) untuk mengatur jarak antar elemen-elemen lensa itu.

Zoom optis bisa saja diterapkan pada smartphone, tapi gadget yang bersangkutan akan terlihat bongsor dan tebal sehingga mengurangi nilai mobilitasnya, seperti yang terjadi pada Galaxy S4 Zoom dari Samsung.

Samsung Smartphone Samsung Galaxy S4 Zoom

"Smartphone itu terbatas dengan ukuran yang harus tipis sehingga membatasi ruang untuk komponen. Nah, kamera digital tak memiliki limitasi itu sehingga bisa dikembangkan lebih jauh," ujar General Manager divisi ICP Canon Inc Hiroyuki Kasuga.

Oleh sebab itu, menurut Mitsudaira, kamera high-zoom akan menjadi salah satu primadona Canon dalam menyiasati pasar kamera digital yang sedang lesu. "Saya pikir kami akan memberi penekanan pada kamera dengan zoom tinggi," katanya. Kategori lain yang juga disorot sebagai andalan di masa depan adalah kategori kamera saku premium dan large-sensor, yang juga mencatat kenaikan.

Mitsudaira mengakui bahwa popularitas smartphone telah menggerus bisnis kamera digital. Dia mencontohkan angka pengkapalan smartphone pada 2013 yang mencapai lebih dari 1 miliar unit, jauh di atas kamera digital yang menurun menjadi hanya sekitar 60 juta unit pada tahun yang sama, setelah sempat mencapai kisaran 120 juta unit pada medio 2010, menurut data dari CIPA.

Kendati demikian, Mitsudaira tetap optimis. Dia yakin kamera saku tak akan "punah" karena masih memiliki beberapa keunggulan dibandingkan smartphone. "Selain itu, Anda cenderung akan menyimpan foto yang diambil dengan kamera, dibanding smartphone," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.