Hasil Survei Pemakaian Internet Remaja Indonesia

Kompas.com - 19/02/2014, 16:23 WIB
Murid SDN Kemiri Muka 02, Beji, Depok, mengerjakan soal Bahasa Indoensia pada hari pertama ujian nasional di sekolah mereka, Senin (6/5/2013). Pelaksanaan ujian nasional di sekolah ini lancar yang diikuti 19 siswa. KOMPAS/IWAN SETIYAWANMurid SDN Kemiri Muka 02, Beji, Depok, mengerjakan soal Bahasa Indoensia pada hari pertama ujian nasional di sekolah mereka, Senin (6/5/2013). Pelaksanaan ujian nasional di sekolah ini lancar yang diikuti 19 siswa.
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jakarta dan Banten, misalnya, hampir semua responden merupakan pengguna internet. Sementara di Maluku Utara dan Papua Barat, hanya sepertiga jumlah responden menggunakan internet.

Studi ini bertujuan menyediakan informasi penting tentang cara-cara kelompok usia anak dan remaja dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital, motivasi mereka menggunakan media komunikasi tersebut, dan potensi risiko yang mereka hadapi dalam dunia digital.

"Kaum muda selalu tertarik untuk belajar hal-hal baru, namun terkadang mereka tidak menyadari risiko yang dapat ditimbulkan. Penelitian bersama beberapa mitra ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan memastikan bahwa ada keseimbangan risiko dan peluang," kata Angela Kearney, UNICEF Country Representative of Indonesia.

Mayoritas dari mereka yang disurvei telah menggunakan media online selama lebih dari satu tahun dan hampir setengah dari mereka mengaku pertama kali belajar tentang internet dari teman. Media digital telah menjadi pilihan utama saluran komunikasi bagi anak-anak dan remaja.

Studi ini juga mengungkapkan, bahwa 69 persen responden menggunakan komputer untuk mengakses internet. Sekitar sepertiga (34 persen) menggunakan laptop dan sebagian kecil (hanya 2 persen) terhubung melalui video game.

Lebih dari setengah responden (52 persen) menggunakan ponsel untuk mengakses internet, namun kurang dari seperempat (21 persen) untuk ponsel pintar dan hanya 4 persen menggunakan tablet.

Rekomendasi

Karena internet telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak-anak dan remaja di Indonesia, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan agar tetap menggunakan internet dengan aman.

Penelitian ini merekomendasikan, agar orang tua dan guru mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka dalam aktivitas digital dan terlibat didalamnya.

Salah satu cara sederhana, misalnya, orang tua dapat menjadi 'teman' di akun jejaring sosial anak, karena di sinilah anak-anak dan remaja 'bermain' di dunia maya. Di sini orang tua dapat bergabung dan berkomunikasi secara intensif dengan anak-anak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja.

Dalam siaran pers yang diterima KompasTekno, Rabu (19/2/2014), Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S. Dewa Broto juga menghimbau, agar pihak lain yang terlibat dalam menyediakan konten internet harus turut serta mengamankan isi internet.

Perusahaan penyedia jasa internet dan pemerintah, perlu meningkatkan keamanan konten atau melakukan proteksi sehingga dapat menjadikan dunia maya sebagai ruang yang aman dan positif bagi anak anak dan remaja untuk hidup dan tumbuh. Studi ini menemukan bahwa banyak anak-anak yang tidak terlindungi dari konten negatif yang ada di internet, sebagian besar dari mereka tanpa sengaja mendapatkan pesan pop-up atau mendapatkan melalui tautan yang menyesatkan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X