Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjanjian WhatsApp-Facebook Diteken Sambil Berdiri

Kompas.com - 20/02/2014, 12:20 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
CEO WhatsApp Jan Koum sedang menandatangani perjanjian jual beli senilai 19 miliar dollar AS dengan Facebook, di pintu depan bekas kantor dinas sosial yang menjadi bagian dari kenangan masa lalunya.

KOMPAS.com — Ada yang unik dari akuisisi Facebook atas WhatsApp yang diumumkan pada Rabu (19/2/2014). CEO WhatsApp Jan Koum mengajak rekannya sesama pendiri WhatsApp, Brian Acton, dan pemodal ventura, Jim Goetz, ke bekas kantor Dinas Sosial North County, Mountain View, Amerika Serikat.

Dulu, di depan gedung yang sekarang tidak terpakai inilah, Jan Koumimigran yang hijrah ke AS dari negeri komunis Uni Soviet dengan modal dengkulmengantre untuk mendapatkan food stamp, kupon makanan yang dibagikan Pemerintah AS untuk orang kurang mampu.

Kini, di sana pula, sambil berdiri, Koum dan kawan-kawan menandatangani perjanjian jual beli senilai 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 223 triliun dengan raksasa jejaring sosial Facebook.

WhatsApp telah mengubah hidup Koum, dari seseorang yang sempat hidup sebatang kara, menjadi miliarder. Koum, yang menurut Forbes memiliki 45 persen saham WhatsApp, kini memiliki kekayaan sekitar 6,8 miliar dollar AS.

WhatsApp telah tumbuh menjadi raksasa pesan instan dengan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 450 juta akun. Setiap harinya, menurut Wired, server layanan ini mengirim lebih dari 18 miliar pesan, hampir menyamai volume harian SMS yang sebesar 19,5 miliar.

Apa yang menjadi rahasia kesuksesan WhatsApp? Sejak dulu, Koum dan Acton selalu konsisten menjaga layanan perusahaan yang hanya memiliki 50 karyawan itu agar tetap sederhana dan berfokus pada pengiriman pesan serta bebas iklan.

Sebab, bukannya dipandang sebagai sumber pemasukan besar, mereka alih-alih menganggap iklan mengganggu arah perusahaan dan kenyamanan pengguna. Koum dan Acton sudah cukup puas dengan pemasukan WhatsApp dari biaya langganan pengguna, yang tahun lalu hanya menyentuh 20 juta dollar AS. Angka itu terbilang sangat "mungil" untuk layanan sebesar WhatsApp.

Kesederhanaan WhatsApp tecermin dari secarik kertas di ruang kantor Koum. Isinya berupa semboyan singkat yang ditulis oleh Acton: "Tanpa iklan! Tanpa permainan! Tanpa gimmick!". Di sampingnya tergeletak sepasang walkie talkie yang dipakai Koum untuk mencari tahu bagaimana caranya menyederhanakan pesan instan berbasis suara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Sumber Forbes,Wired
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OpenAI Bikin Pendeteksi Teks Buatan AI Seperti ChatGPT

OpenAI Bikin Pendeteksi Teks Buatan AI Seperti ChatGPT

Internet
Arti Kata “TYSM”, Bahasa Gaul yang Sering Digunakan di Medsos

Arti Kata “TYSM”, Bahasa Gaul yang Sering Digunakan di Medsos

Internet
10 Perusahaan Teknologi Dunia Lakukan PHK Massal Selama Januari 2023

10 Perusahaan Teknologi Dunia Lakukan PHK Massal Selama Januari 2023

e-Business
ChatGPT Versi Berbayar Resmi Dirilis, Harganya Rp 300.000-an per Bulan

ChatGPT Versi Berbayar Resmi Dirilis, Harganya Rp 300.000-an per Bulan

e-Business
7 Tips Menggunakan E-Banking agar Tetap Aman dalam Bertransaksi

7 Tips Menggunakan E-Banking agar Tetap Aman dalam Bertransaksi

Internet
Tak Cuma HP Samsung S23 Series, Ini Deretan Gadget yang Dirilis pada Galaxy Unpacked 2023

Tak Cuma HP Samsung S23 Series, Ini Deretan Gadget yang Dirilis pada Galaxy Unpacked 2023

Gadget
Begini Cara Upload Video Lebih dari 30 Detik ke Status WhatsApp

Begini Cara Upload Video Lebih dari 30 Detik ke Status WhatsApp

Software
Video YouTube Shorts Bisa Hasilkan Uang Mulai Hari Ini

Video YouTube Shorts Bisa Hasilkan Uang Mulai Hari Ini

Software
Link dan Cara Daftar Nikah Online di KUA serta Syaratnya, Gratis Tanpa Biaya Tambahan

Link dan Cara Daftar Nikah Online di KUA serta Syaratnya, Gratis Tanpa Biaya Tambahan

e-Business
Menjajal Samsung Galaxy S23 Ultra 5G, Layar Lebih Datar Kamera Lebih Besar

Menjajal Samsung Galaxy S23 Ultra 5G, Layar Lebih Datar Kamera Lebih Besar

Gadget
Cara Pre-order Samsung Galaxy S23 Series dan Harganya, Ada Bonus hingga Rp 7,5 Juta

Cara Pre-order Samsung Galaxy S23 Series dan Harganya, Ada Bonus hingga Rp 7,5 Juta

e-Business
Ramalan Pencipta Gmail, ChatGPT Akan Kalahkan Google dalam 2 Tahun

Ramalan Pencipta Gmail, ChatGPT Akan Kalahkan Google dalam 2 Tahun

Internet
Gaji CEO Intel Dipangkas 25 Persen

Gaji CEO Intel Dipangkas 25 Persen

e-Business
Resmi, Ini Harga Samsung Galaxy S23, S23 Plus, dan S23 Ultra di Indonesia

Resmi, Ini Harga Samsung Galaxy S23, S23 Plus, dan S23 Ultra di Indonesia

Gadget
Perbandingan Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy S23, S23 Plus, dan S23 Ultra

Perbandingan Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy S23, S23 Plus, dan S23 Ultra

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.