Kompas.com - 20/02/2014, 15:27 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Selain hubungan pertemanan antara para pendiri kedua perusahaan, kisah akuisisi Facebook atas WhatsApp dengan nilai yang amat tinggi ternyata tak dapat dipisahkan dari sebuah toko roti dan hari valentine.

Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, telah berteman dengan pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum, sejak dua tahun lalu. Zuckerberg-lah yang pertama kali mengundang Koum untuk berbincang sambil minum kopi di sebuah toko roti di Los Altos, California, Amerika Serikat. Saat itu adalah musim semi tahun 2012.

Seorang yang mengetahui sejarah itu mengatakan kepada Bloomberg, pembicaraan antar-keduanya berlangsung selama lebih dari dua jam.

Sejak saat itu, keduanya menjadi teman yang cukup akrab. Mereka sering bertemu untuk makan malam atau sekadar berjalan bersama mengelilingi kota.

Hingga pada 9 Februari 2014, Koum berkunjung ke rumah Zuckerberg, di Palo Alto, California, untuk makan malam. Kala itu mereka membicarakan kemungkinan WhatsApp untuk bergabung dalam www.internet.org, sebuah gerakan kampanye yang digagas Facebook dan perusahaan teknologi lain agar semakin banyak orang yang terhubung dengan internet dari perangkat mobile.

Sumber Bloomberg mengatakan, ini adalah momentum bersejarah karena dari sinilah Zuckerberg melontarkan niatnya untuk membeli WhatsApp.

Koum tidak langsung menerima keinginan Facebook. Ia meminta waktu untuk berpikir.

Lima hari kemudian, tepat pada hari valentine, tanggal 14 Februari 2014, Koum kembali ke sana saat Zuckerberg sedang makan malam dengan istrinya, Priscilla Chan.

Mereka kemudian menegosiasikan harga, yang tentu saja disesuaikan dengan nilai perusahaan WhatsApp saat ini.

Hingga akhirnya, pada Rabu (19/2/2014), Facebook mengumumkan akan mengakuisisi WhatsApp senilai 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 223 triliun.

Pembayaran tersebut tidak sepenuhnya berupa uang tunai. Facebook akan menggelontorkan dana sebesar 16 miliar dollar AS, yang terdiri dari 12 miliar dollar AS saham Facebook dan 4 miliar dollar AS dalam bentuk uang tunai.

Facebook juga memberi 3 miliar dollar AS saham terbatas untuk pendiri dan karyawan WhatsApp yang akan diberikan selama empat tahun setelah akuisisi tersebut selesai.

Bagi Facebook, ini merupakan nilai akuisisi terbesar, setelah mereka mengakuisisi Instagram pada April 2012 senilai 1 miliar dollar AS.

WhatsApp didirikan pada 2009 silam oleh Jan Koum dan Brian Acton. Keduanya adalah mantan karyawan Yahoo. Hingga Desember 2013, WhatsApp memiliki 50 karyawan, sebanyak 25 orang di antaranya merupakan teknisi, sementara 20 lagi menangani dukungan multibahasa untuk pengguna.

WhatsApp sendiri menghasilkan uang dengan menarik bayaran sebesar 0,99 dollar AS selama setahun untuk setiap pengguna. Mereka punya prinsip untuk tidak menampilkan iklan atau fitur lain yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna. Dalam mengembangkan bisnis, WhatsApp punya filosofi anti-iklan, bahkan perusahaan itu memiliki manifesto menentang iklan.

WhatsApp diinvestasi oleh perusahaan pemodal Sequoia Capital sebesar 8 juta dollar AS pada awal 2011. Sejak saat itu, WhatsApp tidak membuka investasi tahap baru karena mereka mampu menghasilkan uang dari layanannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.