Kompas.com - 25/02/2014, 10:19 WIB
Trio ponsel Android Nokia X. Trio ponsel Android Nokia X.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Trio ponsel Android Nokia X

KOMPAS.com - Sejak awal desas-desus kemunculannya, Nokia X sudah mengundang berbagai kontroversi. Betapa tidak, Nokia yang selama ini dikenal sebagai partner loyal Microsoft, sekarang malah beralih ke platform yang menjadi saingan berat raksasa software itu, Android.

Apa alasan sebenarnya di balik peluncuran Nokia X, mengapa Microsoft mengizinkan Nokia mengusung sistem operasi pesaingnya tersebut?

Kehadiran Nokia X boleh jadi merupakan bagian dari strategi "mengalah untuk menang" dari Microsoft, sang pemilik baru Nokia yang "meloloskan" perangkat tersebut.

Alih-alih menjauhkan pengguna dari Microsoft, Nokia X justru diharapkan bakal menjadi gerbang yang menggiring para pengguna Android ke pangkuan Microsoft.

Caranya adalah dengan menyingkirkan layanan-layanan ala Android -misalnya Google Play, Gmail dan Maps- dari ponsel tersebut dan menggantinya dengan layanan sejenis dari Microsoft/ Nokia, seperti Here Maps, Outlook, dan OneDrive.

"Kami akan memanfaatkan ekosistem aplikasi dan hardware Android, tetapi kami menambahkan diferensiasi dengan layanan dan user experience milik sendiri," ujar CEO Nokia Stephen Elop, sebagaimana dikutip oleh ZDNet. Dia sendiri mengakui niatnya menjaring pengguna Android ke ekosistem Microsoft dengan menebar aneka layanan tersebut.

"Nokia X membawa pengguna ke jaringan cloud Microsoft, bukan Google. Hal tersebut dilakukan secara sangat sengaja… dengan ini Microsoft berharap bisa merengkuh orang-orang yang sebelumnya berada di luar jangkauan," imbuh Elop.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan bahwa keluarga Nokia X bakal berperan sebagai "feeder" untuk keluarga smartphone Lumia dan Nokia dan "gerbang" menuju produk-produk Windows Phone dari Nokia.

Kendati mengusung Android, segala sesuatu di dalam Nokia X memang "berbau" Windows Phone. Antarmuka seri ponsel ini, misalnya, didesain agar mirip dengan tampilan live tiles ala Windows Phone, lengkap dengan kemampuan mengatur ukuran masing-masing tile.

Nokia X tetap bisa menjalankan aplikasi-aplikasi yang diperoleh dari toko di luar Google Play Store, seperti Yandex, atau dengan melakukan sideload melalui kartu memori micro-SD. Pengembang juga bisa mem-porting aplikasinya untuk dipasarkan melalui toko aplikasi Nokia Store yang terpasang di Nokia X.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Sumber ZDNet
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.