Kompas.com - 25/02/2014, 11:58 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Kwanon, purwarupa kamera rangefinder 35mm dengan focal plane shutter pertama dari Jepang yang menjadi cikal bakal Canon Inc.

KOMPAS.com - Dekade 1930-an, dunia adalah tempat yang sangat berbeda dari sekarang, termasuk dalam hal fotografi. Kala itu kamera identik dengan merek-merek Eropa, terutama yang berasal dari Jerman, seperti Leica dan Contax.

Hingga kemudian seorang Jepang bernama Goro Yoshida mencoba membongkar sebuah kamera rangefinder 35mm "Leica Model II" untuk mempelajari cara kerjanya.

Dari situlah sejarah Canon bermula. Berbekal misi "mengejar Leica dan melewatinya", perusahaan ini telah menjelma menjadi raksasa digital imaging dengan 200.000 karyawan di seluruh dunia.

oik yusuf/ kompas.com
Plakat keterangan yang menjelaskan asal muasal nama Kwanon

Semuanya berakar dari "Kwanon", sebuah kamera purwarupa yang namanya berasal dari Dewi Welas Asih Buddha. "Nama tersebut lantas diubah menjadi 'Canon', agar lebih mudah diucapkan waktu perusahaan memasuki pasar internasional," ungkap petugas yang memandu Kompas Tekno menjelajahi museum Canon di kantor pusatnya di Tokyo, Rabu (13/2/2  dua minggu lalu.

Tempat ini memajang sejumlah produk yang masing-masing mewakili masa tertentu dari sejarah Canon Inc, seperti kamera Kwanon yang merupakan kamera 35mm focal plane rangefinder pertama dari Jepang tadi, misalnya.

oik yusuf/ kompas.com
Salah satu produk ikonik Canon, kamera rangefinder Canonet dengan light meter selenium di sekeliling lensa

Sebelum mulai membuat lensa sendiri, Canon bekerjasama dengan spesialis optik Nippon Kogaku (cikal bakal Nikon Corporation) untuk menyediakan lensa yang sesuai produk kameranya. Kamera rangerfinder 35mm komersial pertama dari Canon ini dinamai "Hansa
Canon".

Canon dan Nikon kelak tumbuh menjadi pemain paling dominan di industri fotografi modern, mengangkat Jepang menjadi produsen kamera dan lensa ternama.  

Lensa putih

Dalam perjalanannya, Canon terus menerus menciptakan produk baru yang diimbuhi inovasi terkini pada masanya. Perusahaan ini sempat menimbulkan kontroversi ketika memperkenalkan mounting lensa autofokus EF di produk kamera EOS 650 pada 1987.

Hal tersebut menjadi persoalan karena lensa-lensa Canon sebelumnya yang menggunakan tipe mounting FD tidak kompatibel dengan kamera autofokus dengan mounting EOS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.