Menelusuri Sejarah Kamera di Museum Canon

Kompas.com - 25/02/2014, 11:58 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
EOS 650, DSLR pertama dengan autofokus dari Canon

Toh, Canon terus berjalan. Justru, berkat sistem autofokusnya yang meletakkan motor AF di lensa itu, produsen ini justru mendominasi di bidang action photography, seperti olahraga yang membutuhkan fokus gegas.

Lensa-lensa supertele Canon yang berwarna putih pun menjadi pemandangan umum di tiap venue sport dan ajang-ajang bergengsi lainnya seperti balap F1. Warna putih tadi bukan tanpa alasan.

Konon, kristal fluorite yang sering digunakan sebagai bahan elemen kaca pada lensa-lensa ini gampang berubah sifat karena panas. Nah, untuk meminimalisir panas karena matahari, tubuh lensa pun dilabur dengan warna putih.

oik yusuf/ kompas.com
Lensa super tele EF 1200mm f/5.6 USM (kiri atas) terlihat sangat besar dibandingkan lensa-lensa lain didekatnya
oik yusuf/ kompas.com
Pengunjung mendengarkan penjelasan mengenai kamera Canon EOS-1DX

Lensa-lensa itu turut menghiasi salah satu sudut di museum Canon. Termasuk lensa autofokus DSLR "terpanjang" yang pernah dibuat oleh Canon, EF 1200mm f/5.6 USM.

Lensa super telephoto langka yang sudah tidak diproduksi ini kabarnya harus dipesan dulu sebelum bisa dibeli. Saking sulitnya dibuat, dalam waktu satu tahun Canon hanya bisa menghasilkan dua unit EF 1200mm f/5.6 USM.

Untuk mereka yang penasaran dengan cara kerja lensa-lensa ini, museum Canon turut menampilkan penampang lensa dan kamera yang dibelah persis di bagian tengah. Struktur lensa pun terlihat jelas, termasuk elemen-elemen kaca yang ada di dalamnya.

oik yusuf/ kompas.com
Penampang lensa Canon EF 400mm f/4 DO IS USM dan kamera EOS-1DS terlihat dalam cross-section yang diperagakan

Masing-masing elemen kaca ini harus diatur dalam jarak yang sangat presisi, termasuk ketika melakukan zooming dan fokus di mana sejumlah elemen bergerak secara bersamaan. Semakin banyak, rumit, dan besar ukuran elemen kaca, semakin sulit sebuah lensa dibuat dan semakin mahal pula harganya.

Augmented reality

Selama perjalanannya, Canon telah melebarkan sayap ke industri digital imaging lain di luar fotografi. Produk-produknya termasuk peralatan kantor seperti mesin fotokopi, printer, hingga kalkulator elektronik.

Baru-baru ini, pabrikan tersebut juga merambah bidang augmented reality melalui produk bernama MREAL (Mixed Reality) yang memadukan input video dari dunia nyata dengan grafis 3D hasil rendering komputer.

Halaman:



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.