Tanpa PHK, Lenovo Yakin Bisa Buat Motorola Untung

Kompas.com - 27/02/2014, 11:05 WIB
CEO Lenovo, Yang Yuanqing Dokumentasi World Economic ForumCEO Lenovo, Yang Yuanqing
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Lenovo sepakat membeli Motorola Mobility dari Google senilai 2,91 miliar dollar AS pada akhir Januari lalu. Lenovo yakin bisa membuat Motorola menjadi perusahaan yang menguntungkan dalam waktu relatif singkat.

CEO Lenovo, Yang Yuanqing, menargetkan Motorola bisa menguntungkan dalam waktu empat hingga enam kuartal, atau dalam jangka waktu satu sampai satu setengah tahun saja. Lenovo juga berjanji tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

“Kami akan meningkatkan (pendapatan) sejak hari pertama. Google punya pengalaman pada perangkat lunak dan jasa ekosistem. Tapi kami lebih kuat dalam pembuatan perangkat keras,” ujar Yuanqing seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (25/2/2014).

Profitabilitas Motorola akan datang dari strategi meningkatkan jumlah produksi dan menjual perangkat ke negara berkembang. Lenovo juga akan memanfaatkan merek ponsel pintar Motorola untuk bermain di negara maju.

Pada 2013 lalu, Motorola tercatat mengalami kerugian operasional sebesar 1 miliar dollar AS, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg. Yuanqing akan memangkas biaya operasional dari komunikasi internal dan layanan komputasi.

Ia juga yakin akuisisi Motorola oleh Lenovo akan mendapat persetujuan regulator di Amerika Serikat dan China.

Akuisisi menjadi "strategi kunci" Lenovo untuk masuk dan sukses dalam sebuah bisnis. Hal ini bisa dilihat setelah perusahaan asal China itu membeli unit bisnis komputer pribadi ThinkPad dari International Business Machines (IBM) pada 2005.

Kala itu, Lenovo punya misi untuk menjadi produsen komputer pribadi terbesar di dunia. Suatu misi yang kala itu terdengar mustahil. Akan tetapi, delapan tahun kemudian, Lenovo berhasil membuktikan optimismenya menjadi "raja" dalam bisnis komputer pribadi.

Selain ThinkPad, Lenovo juga telah membeli unit bisnis komputer server low-end IBM pada Januari 2014 dengan nilai 2,07 miliar dollar AS.

Bisnis server IBM merupakan yang terbesar kedua di dunia. Lembaga riset Gartner mencatat, IBM memiliki pangsa pasar 22,9 persen dari total nilai bisnis server 12,3 miliar dollar AS pada kuartal ketiga 2013 lalu.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X