Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/02/2014, 11:42 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Ponsel pintar iPhone besutan Apple diperbarui setahun sekali, biasanya pada bulan September setiap tahunnya. Rentang waktu tersebut ternyata dipandang terlalu lama. Bukan oleh Apple sendiri, melainkan Sony yang merupakan salah satu pemain lain dalam industri smartphone.

Pendapat tersebut dikemukakan oleh Presiden Sony Mobile untuk wilayah Eropa, Pierre Perron, dalam sebuah wawancara dengan The Inquirer di ajang Mobile World Congress 2014 di Barcelona, Spanyol.

Menurut Perron, karena Apple menunggu setahun sebelum merilis iPhone baru, konsumen perusahaan itu tertinggal dalam bidang teknologi ponsel yang seharusnya bisa dinikmati dalam waktu yang lebih singkat.

"Ada siklus di pasaran chipset yang memungkinkan para produsen lebih sering merilis produk baru daripada hanya setahun sekali," ujar Peron. "Pasar ini tumbuh sangat pesat karena tuntutan tinggi konsumen dalam hal entertainment."

Perron mencontohkan produk flagship buatan perusahaannya sendiri, Xperia Z2, yang dilengkapi kapabilitas perekaman video 4K. Kemampuan tersebut tak dimiliki oleh perangkat terdahulu, Xperia Z1, yang dirilis hanya beberapa bulan sebelumnya pada September 2013.

Waktu rilis antar-kedua perangkat yang terbilang singkat itu disebut Perron merupakan bagian dari upaya Sony untuk membawa teknologi terbaik bagi konsumen agar tak membuat mereka kecewa.

Xperia Z2, masih menurut Perron, menghadirkan kemajuan-kemajuan terkini karena konsumen Sony menghendaki kamera yang lebih baik, berikut layar dan layanan yang lebih baik pula.

Dia menambahkan bahwa siklus pembaruan produk yang terlalu lama juga membuat Apple tertinggal di pasar 4G di Inggris yang tingkat adopsinya sedang mengalami kenaikan.

"Konsumen-konsumen (di Inggris) kini memiliki layanan data yang meghadirkan pengalaman lebih baik, maka kami harus memenuhi permintaan mereka. Apple kehilangan peluang dalam hal ini," imbuh Perron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.