Ini Alasan Kuat Hindari Aplikasi Android Non-Resmi

Kompas.com - 01/03/2014, 10:24 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Sepanjang tahun lalu, platform Android tetap menjadi target favorit program jahat alias malware. Hal tersebut diungkapkan dalam laporan firma keamanan Kaspersky yang dikutip oleh The Inquirer.

"Sebanyak 98,05 persen dari semua malware yang dideteksi pada 2013 menyasar platform ini (Android), yang menunjukkan popularitas sekaligus kerentanannya," tulis Kaspersky.

Sebagian besar malware masuk ke perangkat Android dengan cara bersembunyi di balik aplikasi-aplikasi non-resmi atau dari pihak ketiga yang didapat bukan dari toko aplikasi Play Store.

Kaspersky mengingatkan pengguna Android untuk menghindari aplikasi yang terdapat di toko aplikasi pihak ketiga, mengingat banyak malware disebarkan dengan cara itu.

Kaspersky mencatat jumlah program jahat pada 2013 mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat. Kaspersky mencatat 143.211 sampel malware mobile, dibandingkan 40.059 pada 2012.

Banyaknya jenis malware yang beredar bisa menjadi alasan kuat pengguna Android untuk tidak tergoda meng-install aplikasi dari toko aplikasi tidak resmi.

Firma keamanan tersebut menambahkan bahwa kebanyakan malware mobile didesain untuk mencuri uang pengguna dengan cara menyadap informasi kartu kredit, password, dan data pribadi.

Motif penggunaan malware untuk alasan finansial ini menunjukkan tren meningkat seiring dengan semakin fokusnya pelaku kriminal cyber dalam menghasilkan profit dengan lebih efisien. "Para cybercriminal terobsesi dengan metode mencari uang secara ilegal ini," lanjut Kaspersky.

Soal lokasi serangan, Rusia mencatat angka serangan malware terbanyak dengan sekitar 40 persen malware yang beredar menyasar para pengguna mobile di negara itu. Urutan kedua ditempati oleh India (8 persen), disusul oleh Ukraina (4) persen. Vietnam (4 persen) dan Inggris (3 persen) masing-masing menduduki posisi keempat dan kelima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.