Pengguna Google Glass Diserang dan Dirampok

Kompas.com - 01/03/2014, 11:54 WIB
Sarah Slocum dan perangkat Google Glass miliknya Sarah SlocumSarah Slocum dan perangkat Google Glass miliknya
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Sarah Slocum dan perangkat Google Glass miliknya

KOMPAS.com — Perangkat kacamata pintar Google Glass bisa mendatangkan situasi kurang mengenakkan bagi penggunanya. Dalam beberapa kasus, situasi tersebut bisa berujung pada konflik.

Inilah yang dialami pemilik Google Glass bernama Sarah Slocum. Sebagaimana dilaporkan oleh Mashable, Sabtu (22/2/2014) lalu, Slocum yang berprofesi sebagai penulis teknologi mengunjungi kafe bernama Molotov's di San Francisco, Amerika Serikat.

Beberapa saat setelah memasuki kafe, dua orang pengunjung wanita yang melihat Slocum memakai Google Glass mulai menunjukkan ketidaksukaan mereka terhadap perangkat tersebut dengan mengacungkan jari tengah dan melontarkan hinaan verbal.

Slocum yang tersinggung lalu mengatakan bahwa ia akan merekam perilaku kedua wanita tersebut dengan Google Glass yang dikenakannya. Seketika itu juga situasi berubah menjadi konfrontasi fisik.

Dua wanita tadi berusaha meraih Google Glass milik Slocum untuk mencegahnya merekam video, seperti bisa dilihat dalam rekaman di bawah. Seorang pria ikut serta dalam pertengkaran itu, lalu menjambret Google Glass dari kepala Slocum dan kabur.

Slocum lantas mengejar orang yang mengambil kacamata pintar itu dan berhasil mengambil Google Glass miliknya. Namun, selagi Slocum kejar-kejaran, ternyata orang lain memanfaatkan kesempatan untuk mencuri dompet, ponsel, dan tas Scolum yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Slocum yang malang menceritakan pengalaman tersebut di akun Facebook miliknya dan mengunggah video berisi awal pertengkaran di bar ke YouTube. Kebanyakan temannya menunjukkan simpati, tetapi ada pula yang menggarisbawahi kesenjangan yang makin melebar antara industri teknologi di San Francisco yang maju pesat dan para warga yang tidak ikut menikmatinya.

Sang korban dalam kejadian ini, Slocum, menyatakan bakal mengajukan tuntutan hukum atas orang-orang yang menyerangnya di bar. Dia berharap pada masa depan nanti perangkat kacamata pintar ini bisa lebih diterima oleh publik.

Insiden yang menimpa Slocum menunjukkan komplikasi di lingkungan sosial yang ditimbulkan oleh Google Glass. Meski sebenarnya mengusung teknologi perekaman yang sama dengan smartphone, kacamata pintar ini bisa membuat beberapa orang merasa curiga bahwa mereka dapat direkam secara diam-diam.

Paling tidak, menggunakan smartphone untuk memotret atau merekam video membutuhkan proses yang bisa terihat lebih jelas dibandingkan Google Glass.

Google sengaja membuat Glass jelas terlihat untuk menghindari tuduhan sebagai alat "mata-mata". Raksasa internet ini telah memperingatkan bahwa Glass akan mengundang perhatian dari orang lain. Penggunanya pun diberikan serangkaian panduan untuk menghindari konflik.



Sumber MASHABLE
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X