Blogger Kompasiana "Blusukan" ke Kantor Google Indonesia

Kompas.com - 01/03/2014, 15:22 WIB
Cetakan-cetakan batik cap aneka pola menghiasi logo Google di kantornya di Indonesia Oik Yusuf/Kompas.comCetakan-cetakan batik cap aneka pola menghiasi logo Google di kantornya di Indonesia
Penulis Nurulloh
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 20 blogger Kompasiana (Kompasianer) berkunjung ke kantor Google Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (28/2/2014) malam. Kunjungan Kompasianer ini dalam rangkaian acara "Kompasiana Nangkring" dan "Kompasiana Visit".

“Kompasiana Nangkring” merupakan acara rutin yang diselenggarakan pengelola Kompasiana di setiap bulan dengan konsep acara diskusi ringan dengan para Kompasianer. Pembicaranya sendiri biasanya berasal dari kalangan Kompasianer, namun dalam kesempatan ini agak sedikit berbeda karena menghadirkan pembicara dari tim Google Indonesia. Sedangkan “Kompasiana Visit” merupakan program kunjungan blogger Kompasiana ke suatu tempat tertentu untuk dieksplorasi oleh blogger.

Selaku tuan rumah, Google Indonesia dalam sesi "Nangkring", berbagi pengetahuan tentang sepak terjang Google di dunia online. Melalui materi pertama, Ricky Tjok, selalu Online Campaign Manager Google Indonesia menyampaikan tentang search engine marketing (SEM) dan selintas tentang search engine optimization (SEO).

SEM dan SEO, menurut Ricky sangat berbeda. Jika SEM merupakan upaya mengoptimalkan pencarian suatu situs dengan cara berbayar atau beriklan, tidak demikian dengan SEO meski keduanya menggunakan metode optimalisasi pencarian melalui kata kunci atau keyword. Melalui SEO, upaya untuk optimalisasi pencarian situs web di halaman mesin pencari Google dilakukan dengan cara-cara alami atau organik tanpa harus memasang iklan (AdWords).

SEO dan SEM memiliki peran yang sangat penting, baik bagi pelaku usaha (bisnis) maupun bagi pengguna internet di luar jalur bisnis karena kedua hal tersebut memungkinkan orang untuk menempatkan situs web miliknya atau yang diinginkan berada di bagian teratas pada halaman mesin pencari Google, sehingga memiliki peluang besar untuk mendapatkan kunjungan dari pengguna internet.

Pada sesi ini, Ricky juga menjelaskan arah bisnis Google yang tidak hanya selaku perusahaan mesin pencari (search engine).

"Banyak orang mengatakan bahwa Google adalah perusahaan search engine', padahal kami adalah 'echnology company," kata Ricky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasan Ricky mengatakan bahwa Google merupakan perusahaan teknologi karena dalam perkembangannya sekarang Google juga memiliki produk dan akan mengembangkan produk lain berbasis teknologi komunikasi. Google Glass adalah salah satu produk yang bisa dibilang sebagai produk teknologi yang berhasil diciptakan Google.

Google Plus

Di samping Ricky, Google Plus Community Manager Google Indonesia, Eunike juga berbagi informasi tentang jejaring sosial Google Plus yang di awal kemunculannya digadang sebagai pesaing Facebook. Tetapi, hal itu dibantah oleh Eunike, menurutnya, Google Plus dibuat bukan untuk menjadi pesaing Facebook atau media sosial lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.