Apple dan Google Diminta Jelaskan "In-App Purchase"

Kompas.com - 02/03/2014, 13:13 WIB
Toko ini terletak di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali, merupakan salah satu pusat perbelanjaan gadget di Bali Deliusno/Kompas.comToko ini terletak di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali, merupakan salah satu pusat perbelanjaan gadget di Bali
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Komisi Eropa berencana memanggil Apple dan Google terkait metode pembelian dalam aplikasi (in-app purchase). Banyak konsumen di Eropa yang melaporkan bahwa tagihan kartu kredit membengkak karena anak mereka membeli konten digital dari perangkat iOS dan Android.

Komisi Eropa berpendapat, banyak aplikasi atau game yang dipromosikan dapat diunduh secara gratis. Namun, ketika dimainkan, konsumen diajak untuk membeli sebuah konten digital.

Komisi Eropa meminta agar Apple dan Google, selaku pemilik toko aplikasi App Store dan Play Store, untuk membuat pedoman pembelian yang lebih jelas agar konsumen lebih terlindungi.

"Menyesatkan konsumen jelas adalah model bisnis yang salah dan bertentangan dengan semangat regulasi Uni Eropa tentang perlindungan konsumen," kata Komisaris Uni Eropa untuk Keadilan, Vivane Reding.

Selama ini, banyak laporan dari konsumen di Denmark, Inggris, Italia, dan Belgia, yang merasa dirugikan lantara Apple dan Google seakan memudahkan pembelian konten digital dalam aplikasi. Setiap pembelian konten dalam aplikasi akan didebet dari kartu kredit yang didaftarkan pada toko aplikasi Apple dan Google.

"Komisi Eropa mengharapkan jawaban yang sangat konkret dari industri aplikasi atas keprihatinan yang diajukan oleh warga negara dan organisasi konsumen nasional," lanjut Reding.

Menurut Komisi Eropa, industri aplikasi atau game digital di Eropa diperkirakan bernilai 63 miliar euro dalam lima tahun ke depan.  Di tahun 2011, konsumen di Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Belanda, dan Belgia, menghabiskan 16,5 miliar euro untuk game.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebanyakan konsumen di Eropa yang memainkan game adalah anak-anak dan remaja. Tanpa sadar, mereka menggunakan kartu kredit orang tua untuk membeli konten padahal orang tua belum memberi izin.

Dalam satu kasus di Inggris, seorang gadis 8 tahun membeli konten digital dalam aplikasi yang totalnya mencapai 4.000 euro untuk game My Horse dan Smurfs' Village. Dalam kasus ini, Apple akhirnya mengganti tagihan kartu kredit si ayah dari gadis itu.

"Konsumen, dan khususnya anak-anak, membutuhkan perlindungan lebih baik terhadap biaya tak terduga dari pembelian dalam aplikasi," kata Neven Mimica, Komisaris Eropa untuk Kebijakan Konsumen.

Apple dan Google diminta menghapus berbagai bujukan, seperti "Beli sekarang" atau "Upgrade sekarang," yang merayu konsumen untuk membeli konten. Selain itu, Apple dan Google juga diminta mencegah pembayaran yang didebet tanpa persetujuan eksplisit.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.