Kompas.com - 05/03/2014, 10:28 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Pemerintah Jepang berencana memperjelas aturan hukum dan mengambil tindakan atas mata uang virtual bitcoin, menurut sumber yang akrab dengan masalah ini. Langkah ini diambil pemerintah Jepang setelah bursa bitcoin terbesar di dunia, Mt. Gox, mengalami kebangkrutan.

Sumber itu mengatakan kepada Reuters, bahwa keputusan pemerintah Jepang dalam menyikapi bitcoin akan dirilis pada Jumat (7/3/2014) pekan ini usai rapat kabinet.

Kendati demikian, besar kemungkinan pemerintah Jepang tidak akan mempertimbangkan bitcoin sebagai mata uang resmi. Bank dan perusahaan sekuritas tidak diizinkan untuk memanfaatkan bitcoin sebagai bagian dari bisnis komoditas seperti emas.

Selain itu, menurut laporan suratkabar Nikkei, pemerintah Jepang juga berencana mengenakan pajak atas transaksi bitcoin. Namun, belum jelas bagaimana pemerintah akan melakukan hal itu karena rekening dompet digital bitcoin selalu menggunakan identitas anonim.

Bitcoin selama ini bersifat desentralisasi. Artinya, tidak ada lembaga keuangan, bank sentral, atau pemerintah yang mengatur bitcoin dan segala aktivitasnya.

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso, sedang menyelidiki runtuhnya bursa bitcoin Mt. Gox asal Tokyo, yang menutup layanan dan situs web pada 25 Februari 2014. Tiga hari kemudian Mt. Gox mengajukan perlindungan kebangkrutan kepada pemerintah.

CEO Mt. Gox Mark Karpeles mengungkapkan bahwa kebangkrutan itu disebabkan karena lemahnya sistem keamanan sehingga ada peretas yang masuk dalam sistem dan mencuri bitcoin. Meski demikian, Karpeles tetap memprediksi industri bitcoin akan terus tumbuh.

"Pertama-tama, aku sangat menyesal. Industri bitcoin sedang sehat dan tumbuh. Ini akan terus berlanjut, dan mengurangi risiko adalah titik paling penting," katanya.

Mt. Gox mengaku kehilangan 850.000 bitcoin dengan nilai hampir 500 juta dollar AS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 750.000 bitcoin adalah milik nasabah dan 100.000 bitcoin lainnya adalah aset perusahaan.

Mt. Gox memiliki kewajiban utang sebesar 63,9 juta dollar AS, jauh melebihi total aset saat ini yaitu 37,7 juta dollar AS. Dalam dokumen kebangkrutan Mt. Gox tercatat, ada 127.000 kreditor dan sebanyak 1.000 kreditor di antaranya berasal dari Jepang.

Selain Mt. Gox, sebuah bank bitcoin asal Kanada, Flexcoin, juga terkena serangan siber yang menyebabkan sistem mereka dibobol oleh peretas. Peretas tersebut mencuri 896 bitcoin dari seluruh rekening dompet digital.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.