Kompas.com - 07/03/2014, 07:10 WIB
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Nama Satoshi Nakamoto selama ini terkesan misterius. Tidak ada yang tahu siapa sebenarnya dirinya. Namun, harian Newsweekpada Kamis (6/3/2014) mengklaim bahwa pihaknya telah bertemu langsung dengan Satoshi Nakamoto, pendiri Bitcoin tersebut.

Sebelumnya, di tengah komunitas Bitcoin, banyak yang mengatakan bahwa nama Satoshi Nakamoto adalah nama samaran. Ada pula yang mengatakan bahwa Satoshi Nakamoto adalah nama sebuah kelompok, yang artinya terdapat lebih dari satu orang.

Namun, dalam laporan yang berjudul "The Face Behind Bitcoin" yang diterbitkan Newsweek, Satoshi Nakamoto disebut sebagai nama asli seorang keturunan Jepang berkewarganegaraan Amerika Serikat yang saat ini berumur 64 tahun dan tinggal di California.

Jurnalis Newsweek, Leah McGrath Goodman, yang membuat laporan tersebut, mengaku telah melakukan riset dengan mewawancarai para developer yang bekerja bersama Nakamoto pada masa-masa awal dibentuknya Bitcoin.

Selain itu, Goodman juga mengaku telah melakukan riset kependudukan, analis forensik, dan bahkan berbicara dengan keluarga Nakamoto langsung.

Walau pada awalnya keluarga Nakamoto tidak percaya, deskripsi dan cerita Goodman sesuai dengan karakter Satoshi Nakamoto yang dimaksud, yaitu pendiri Bitcoin.

Nakamoto dikenal sebagai sosok yang pintar dan nampaknya memiliki keahlian yang sesuai sebagai ahli kriptografi. Ia adalah seorang sarjana Fisika lulusan Califronia State Polythecnic University. Ia juga diketahui bekerja di bidang keamanan dan komunikasi untuk lembaga Federal Aviation Administration (FAA).

Nakamoto sendiri memilih untuk bungkam dan berupaya kabur saat mengetahui ada jurnalis yang ingin mewawancarainya. Kepada Goodman, Nakamoto hanya berujar, "Saya tak lagi terlibat di dalamnya (Bitcoin), dan saya tak ingin membahasnya."

Selain itu, Nakamoto juga mengatakan bahwa urusan Bitcoin sudah diserahkan ke orang lain, dan dirinya sudah tidak memiliki hubungan apa-apa.

Nakamoto, seperti pernah ditulis KompasTekno sebelumnya, memilih untuk meninggalkan Bitcoin. Pada April 2011, kepada rekan-rekannya di Bitcoin, Nakamoto pun mengirim pesan bahwa ia "telah pindah mengerjakan hal-hal lain".

Sejak saat itu, nama Nakamoto menghilang dan tidak terlacak. Upaya untuk menghubunginya yang dilakukan oleh para penggiat Bitcoin pun tak menuai hasil.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Newsweek

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.