Kompas.com - 07/03/2014, 17:12 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi

Orang-orang terdekat mengatakan Radtke adalah penggemar berat bitcoin dan telah melakukan investasi secara pribadi. Radtke juga sering membujuk teman-temannya untuk berinvestasi.

Di halaman Facebook, Radtke beberapa kali membagikan tautan artikel atau cerita tentang bitcoin yang sebagian besar turut merayakan kenaikan harga bitcoin pada tahun 2013.

"Dia (Radtke) kedapatan memantau naik turunnya bitcoin, dan itu tidak menjadi satu-satunya alasan tragedi ini. Akan sangat naif untuk berpikir seperti itu," ujar salah seorang Radtke kepada Reuters.

Beauregard mengaku sempat terlibat percakapan dengan Radtke dalam 48 jam sebelum kematiannya tentang masalah pribadi dan profesional. "Bitcoin dan Mt. Gox bukan bagian dari percakapan," tutur Beauregard.

Radtke, yang berusia 28 tahun, pindah ke Singapura pada 2012. Sebelumnya, ia bekerja di sebuah perusahaan rintisan Plug and Play Tech Center di Santa Monica, California, AS.

Scott Robinson, salah satu pemilik Plug and Play Tech Center, mengatakan Radtke tertarik dengan bitcoin dan membuatnya sebagai salah satu perempuan yang ahli atas bitcoin dalam usia relatif muda.

Kematian Radtke hanya berselang satu hari setelah bursa bitcoin Mt. Gox asal Tokyo, Jepang, menutup layanan dan situs webnya pada 25 Februari 2014. Tiga hari kemudian, bursa bitcoin terbesar di dunia itu mengajukan perlindungan kebangkrutan kepada pemerintah.

CEO Mt. Gox Mark Karpeles mengungkapkan bahwa kebangkrutan disebabkan karena lemahnya sistem keamanan sehingga ada peretas yang masuk dalam sistem dan mencuri bitcoin.

Perusahaan mengaku kehilangan 850.000 bitcoin dengan nilai hampir 500 juta dollar AS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 750.000 bitcoin adalah milik nasabah dan 100.000 bitcoin lainnya adalah aset perusahaan.

Mt. Gox memiliki kewajiban utang sebesar 63,9 juta dollar AS, jauh melebihi total aset saat ini yaitu 37,7 juta dollar AS. Dalam dokumen kebangkrutan Mt. Gox tercatat, ada 127.000 kreditor dan sebanyak 1.000 kreditor di antaranya berasal dari Jepang.

Selain Mt. Gox, sebuah bank bitcoin asal Alberta, Kanada, Flexcoin, juga terkena serangan siber yang menyebabkan sistem mereka dibobol oleh peretas pada 4 Maret 2014. Peretas tersebut mencuri 896 bitcoin dari seluruh rekening dompet digital Flexcoin.

Penegak hukum di masing-masing negara sedang menyelidiki penyebab tutupnya Mt. Gox dan Flexcoin untuk mengetahui apakah ada kejahatan ekonomi atau kejahatan siber.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.