Kantor Pusat Microsoft dan Misteri Gedung Nomor 7

Kompas.com - 14/03/2014, 19:40 WIB
Di taman ini Microsoft memasang plakat produk-produk mereka yang pernah diluncurkan. Walk of Fame yang segera menjadi Wicak Hidayat/Kompas.comDi taman ini Microsoft memasang plakat produk-produk mereka yang pernah diluncurkan. Walk of Fame yang segera menjadi "jalan kenangan" bagi mereka yang menggunakan PC di tahun 1980-an atau 1990-an.
|
EditorReza Wahyudi
SEATTLE, KOMPAS.com - Wajar jika kompleks kantor pusat Microsoft di Redmond, Amerika Serikat, disebut dengan istilah Kampus. Tata letak bangunan dan suasananya memang menyerupai sebuah universitas besar.

Kampus yang terletak di Redmond, Negara Bagian Washington, Amerika Serikat, ini terdiri dari banyak gedung dan beberapa area diselingi taman, lapangan rumput dan bahkan sebuah kawasan lindung.

Seperti wajarnya sebuah kampus, terdapat fasilitas yang mendukung kegiatan sehari-hari. Mulai dari lapangan sepakbola, kantin hingga klinik kesehatan. Beberapa kantin memiliki restoran yang memang didatangkan dari luar Microsoft, beberapa dikelola secara terpadu.

Wartawan KompasTekno, Wicak Hidayat, berkesempatan mengunjungi kampus kantor pusat Microsoft itu pada 11-12 Maret 2014 bersama beberapa jurnalis dari negara lain. Berikut adalah beberapa hal menarik yang didapati di sana:

1. Misteri Gedung Nomor Tujuh

Setiap gedung di Microsoft memiliki nomor. Mulai dari gedung pertama, Building 1, hingga gedung 99, misalnya. Namun anehnya, tidak ada gedung No 7 di sana.

Wicak Hidayat/Kompas.com
Papan penunjuk arah yang menampilkan peta Kampus Microsoft di Redmond, bisa dilihat bahwa tidak ada arah menuju Building 7.
Rebecca Duffy, Global Program Manager Microsoft, mengatakan banyak orang yang bertanya kenapa tidak ada gedung nomor tujuh di kampus Redmond. Berbagai spekulasi pun muncul, mulai dari "tahayul" seputar angka tujuh sebagai angka sial/keberuntungan dan tidak adanya gedung nomor tujuh merupakan syarat untuk mendapatkan sukses.

Ada juga yang menyebutkan, Building 7 sebenarnya ada namun dirahasiakan sehingga tidak muncul di peta. Bak legenda Area 51, Building 7 pun dirumorkan sebagai tempat berbagai produk rahasia Microsoft dikembangkan.

Lalu, apa kenyataannya? Menurut Duffy, hal itu semata-semata sebuah kesalahan manusiawi. Ya, Building 7 memang tidak pernah ada karena kesalahan penomoran yang dilakukan kontraktor Microsoft bertahun-tahun lalu.

"Jadi mereka awalnya membuat gedung 1-6, yang memiliki bentuk X yang serupa. Lalu, selama beberapa tahun tidak ada pembangunan gedung baru. Pada saat mereka (kontraktor-red) melanjutkan untuk membangun gedung berikutnya, mereka agaknya lupa dan langsung menomori gedung yang baru dari angka 8 dan seterusnya," ujar Duffy.

Pada saat kesalahan itu diketahui, agaknya sudah terlambat dan penomoran gedung sudah terlanjur rampung. Kini, tidak adanya Building 7 jadi semacam "legenda" untuk menghibur tamu Microsoft.

2. Legenda Danau Bill (Gates)

Dalam kunjungan ke kampus Redmond, rombongan jurnalis tak hanya digiring dari gedung ke gedung namun juga melintasi beberapa taman yang ada di antaranya. Salah satunya adalah sebuah area dekat Building 1 alias gedung pertama Microsoft.

Di sana, ada sebuah wilayah yang agak tertutup, dikelilingi pepohonan, dengan sebuah kolam yang kurang lebih sepanjang kolam renang ukuran olimpik. Namun bentuknya tidak seperti kolam renang yang kotak, melainkan memiliki lekuk-lekuk di tepinya dan sebuah air terjun buatan berukuran kecil di salah satu sisinya.

Wicak Hidayat/Kompas.com
Wilayah di sekitar Lake Bill biasa digunakan untuk pesta, terutama di masa-masa awal Microsoft.
Kolam itu, kata Duffy, dijuluki "Lake Bill" alias Danau Bill. Kata Bill itu tentu saja merujuk pada Bill Gates, sang pendiri Microsoft.

Di sisi kolam terdapat meja kayu, serta sebuah wilayah lapangan rumput yang tak seberapa besar. "Area ini biasanya digunakan untuk pesta karyawan, terutama di masa-masa awal Microsoft. Kami bisa mengadakan pesta barbekyu untuk momen istimewa, misalnya setelah peluncuran produk," kata Duffy.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X