"Wasiat Televisi" Steve Jobs di Rapat Rahasia Apple

Kompas.com - 17/03/2014, 11:48 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Apple sudah beberapa kali digosipkan bakal melepas Apple TV, sebuah perangkat yang benar-benar baru bagi Apple, ke pasar. Akan tetapi, hingga detik ini, kabar tersebut belum berubah menjadi kenyataan.

Pertanyaannya, akankah Apple benar-benar merilis Apple TV di masa yang akan datang? Dalam salah satu bagian buku terbarunya yang berjudul "Haunted Empire: Apple After Steve Jobs", Yukari Iwatani Kane, mantan jurnalis The Wall Street Journal, berusaha mencari jawaban dari pertanyaan tersebut.

Seperti dikutip dari Business Insider, Senin (173/2014), Yukari menuliskan, sebelum meninggal Steve Jobs "berwasiat" kepada 100 karyawan terbaik Apple bahwa ia tidak memiliki rencana untuk merilis perangkat televisi.

Alasannya? Menurut Jobs, perangkat TV merupakan bisnis yang buruk.

Hal tersebut diucapkannya dalam pertemuan "Top 100" Apple. Setiap tahunnya, Apple diketahui mengumpulkan 100 karyawan terbaiknya dalam suatu tempat. Dalam pertemuan tersebut, pegawai yang ada akan memberikan presentasi mengenai bisnis Apple. Tidak jarang, produk baru diperkenalkan.

Pertemuan itu sendiri berjalan sangat rahasia. Setiap karyawan yang hadir tidak diperkenankan untuk menyebarkan isi pertemuan, bahkan kepada karyawan lainnya.

Nah, pada hari terakhir pertemuan tersebut di tahun 2010, Jobs, yang terlihat lemah akibat penyakitnya, memberikan kesempatan kepada 100 karyawan untuk memberikan pertanyaan.  

"Anda memiliki Steve Jobs yang duduk di tempat ini. Kalian adalah orang-orang saya, Anda bisa menanyakan apapun. Saya tidak peduli betapa bodohnya atau menghinanya pertanyaan itu. Saya ingin semua orang yang ada di tempat ini merasa nyaman mengenai semua pertanyaan yang dimiliki Anda mengenai perusahaan," ucap Jobs kala itu.

Salah seorang dari karyawan yang hadir di tempat itu tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan menanyakan, apakah TV merupakan arah selanjutnya dari Apple. Pertanyaan tersebut dijawab dengan tanpa keraguan sedikit pun dari Jobs dengan kata "tidak".

"TV merupakan bisnis yang buruk. Mereka tidak akan "turn over" dan marjinnya buruk," kata Jobs.

Menurut Yukari, beberapa orang dalam ruangan tersebut 100 persen percaya kepada ucapan Jobs tersebut. Akan tetapi, beberapa "veteran" sama sekali tidak memikirkan secara serius perkataan tersebut. Orang-orang tersebut meyakini bahwa maksud sebenarnya dari Jobs adalah untuk fokus kepada suatu hal yang ada di depan mereka terlebih dahulu ketimbang memikirkan suatu hal baru terlalu cepat.

Dalam pertemuan tersebut, Jobs secara tegas mengungkapkan bahwa ia tidak menyukai bisnis TV. Namun, Jobs sendiri dikenal sering melakukan hal yang berlainan dari perkataannya. Jadi, akankah Apple merilis Apple TV di masa yang akan datang?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.