Kompas.com - 19/03/2014, 14:45 WIB
Ilustrasi ARMIlustrasi
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Qualcomm dan Intel boleh jadi merupakan produsen prosesor yang paling tersohor. Namun, dalam bisnis prosesor tablet, kuantitas penjualan dari kedua perusahaan asal Amerika Serikat itu terancam oleh produsen prosesor asal China.

Menurut laporan IDC, Qualcomm merupakan produsen prosesor tablet terbesar ketiga di dunia pada kuartal empat 2013. Sementara Intel hanya bercokol di posisi enam. Apple masih berada di peringkat teratas sebagai produsen prosesor tablet terbesar untuk tablet buatannya sendiri, yaitu iPad dan iPad Mini.

Produsen asal Shenzen, China, yakni Allwinner Technology berada di peringkat kedua. Berdasarkan data IDC, Allwinner mengirimkan 18,2 juta unit prosesor tablet pada kuartal empat 2013, dari total 88,3 juta prosesor tablet yang dikirimkan pada kuartal tersebut.

Produsen lain dari China, Fuzhou Rockchip Electronics, berada di peringkat lima dengan total pengiriman 9 juta unit prosesor tablet pada kuartal empat 2013.

Meningkatnya penjualan prosesor tablet dari produsen asal China didorong oleh banyaknya permintaan atas tablet murah yang dijual di bawah 150 dollar AS. Menurut IDC, komputer tablet tanpa merek yang dijual ke pasar akan tumbuh 36 persen di tahun 2014.

Pasar untuk prosesor tablet itu sendiri tumbuh 32 persen pada tahun 2013 menjadi 3,6 miliar dollar AS, menurut data Strategy Analytics.

Kepala Pemasaran Allwinner untuk kawasan Amerika Serikat, Ben El-Baz mengatakan kepada Bloomberg, bahwa para produsen prosesor asal China punya kedekatan dengan perusahaan pembuat tablet setempat. Mereka merespon secara cepat dan mengantisipasi fitur-fitur baru yang diminta pasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Shenzen benar-benar pusat elektronik bagi dunia,” kata El-Baz. “Kami sangat dekat dengan pasar kami dan dapat keluar dengan solusi baru yang lebih cepat daripada pesaing kami. Kita bisa melakukannya dengan biaya rendah,” tambahnya.

Perusahaan asal China tersebut mengikuti jejak bisnis tetangga mereka, yakni MediaTek asal Taiwan, yang kini makin gencar memasok prosesor untuk perangkat ponsel pintar dan tablet.

Analis Jim McGregor dari Tirias Research, berpendapat, perusahaan seperti Intel dan Qualcomm tidak tertarik dengan volume penjualan yang tinggi namun mendapatkan margin keuntungan yang rendah. Mereka lebih memprioritaskan margin keuntungan yang besar.

CEO Intel Brian Krzanich, menuturkan, pihaknya akan mendorong penjualan prosesor tablet dan ponsel pintar hingga menargetkan 40 juta unit di tahun 2014. Intel akan memberi subsidi agar sebuah perangkat mobile bisa dijual di kisaran harga 100 dollar AS.

Sementara produsen prosesor mobile lain fokus mengembangkan prosesor dengan arsitektur ARM, Intel tegar dengan pendiriannya mengembangkan prosesor mobile dengan basis arsitektur x86. Perusahaan asal Santa Clara, California, itu akan mempercepat pengembangan prosesor seri Atom yang dikenal mampu mengirit konsumsi baterai.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.