XL Resmi Akuisisi Axis - Kompas.com

XL Resmi Akuisisi Axis

Kompas.com - 20/03/2014, 10:34 WIB
Dok. XL Axiata
President Direktur PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi (Kiri) bersama dengan Chairman of the Board of Saudi Telecom Company, Mr. Abdulaziz A. Alsugair (Tengah), serta - Group CFO of Saudi Telecom Company, Mr. K. Ravi Kumar (Kanan), dalam penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement - CSPA) dengan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal Investment B.V. (Teleglobal), yang merupakan anak perusahaan STC, di Jakarta, 26 September 2013.
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan telekomunikasi XL Axiata telah menyelesaikan pembayaran untuk mengakuisisi Axis Telekom Indonesia sebesar 865 juta dollar AS.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan dokumen penyelesaian transaksi antara XL dengan Saudi Telecom Company (STC), yang sebelumnya merupakan pemegang saham mayoritas di Axis.

Penyelesaian transaksi akuisisi tersebut dilakukan pada Rabu (19/3/2014) di kantor pusat XL di Menara Prima, Mega Kuningan, Jakarta. Dengan ini, XL resmi mengakusisi Axis Telekom Indonesia dan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan tersebut.

Untuk memenuhi pembayaran tersebut, XL mendapat pinjaman dari induk perusahaannya, Axiata asal Malaysia, sebesar 500 juta dollar AS. Sisanya diperoleh XL dari pinjaman tiga lembaga keuangan, yakni UOB, Bank of Tokyo-Mitsubishi, dan Bank DBS.

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Hasnul Suhaimi mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan serangkaian proses lanjutan menuju finalisasi akuisisi dan merger sesuai aturan yang berlaku.

"Upaya XL dalam melakukan akuisisi dan merger dengan Axis ini akan mendukung untuk menciptakan industri telekomunikasi yang sehat dan akan menciptakan multiple effect yang luar biasa bagi perekonomian nasional," kata Hasnul dalam siaran pers yang diterima KompasTekno.

Rencana XL untuk mengakuisisi Axis diumumkan pada September 2013. Regulator pertama yang memberi restu akuisisi tersebut adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Desember 2013.

Selanjutnya, XL juga mendapat restu dari pemegang saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan terakhir mendapat persetujuan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk rencana akuisisi dan merger pada 10 Maret 2014.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorReza Wahyudi

Close Ads X