Kompas.com - 20/03/2014, 16:08 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Di Indonesia, mata uang digital Bitcoin memang tidak diakui oleh Bank Indonesia. Namun baru-baru ini, seorang penggali Bitcoin dikabarkan telah membeli sebuah vila mewah di Bali, Indonesia.

Diberitakan, The Wall Street Journal pada Rabu (19/3/2014), seorang penambang Bitcoin yang tidak mau disebutkan namanya menghabiskan lebih dari 800 bitcoin untuk membeli vila mewah dua kamar di Bali.

Vila yang berada di Seminyak, pesisir pantai barat Bali tersebut memiliki taman dan kolam renang pribadi. Vila tersebut merupakan satu dari 12 vila yang ditawarkan yang pengerjaannya akan selesai pada bulan Juni mendatang.

Pemilik Bitcoin tersebut melakukan transaksi pada tanggal 19 Februari melalui situs BitPremier, situs yang menyebut dirinya sebagai tempat jual beli barang-barang mewah dengan bitcoin.

Di situs tersebut, penjual dan pembeli selain bisa bertransaksi dengan mata uang biasa, mereka juga bisa bertransaksi menggunakan mata uang digital bitcoin.

Pembeli vila yang kewarganegaraannya disembunyikan itu, menurut Chief Executive BitPremier, Alan Silbert, telah mengadopsi Bitcoin sejak pertama kali mata uang digital itu diperkenalkan.

Menurut Silbert, penjualan vila di Bali tersebut merupakan penjualan dengan nilai transaksi tertinggi berdasar keuntungan yang didapatkan semenjak perusahaan tersebut berdiri pada Mei 2013. Transaksi ini juga merupakan transaksi properti pertama BitPremier dengan mata uang Bitcoin.

Nilai Bitcoin sendiri kini telah melonjak semenjak diperkenalkan, pada Desember tahun lalu sempat mencapai 1.100 dollar AS. Harga 1 bitcoin saat ini sekitar 600 dollar AS menurut CoinDesk BitCoin Index.

Jika pembeli vila tersebut mengeluarkan 800 bitcoin, maka nilainya akan menjadi sekitar 480.000 dollar AS (sekitar Rp 5,5 miliar).

Menurut pialang properti yang menjual vila tersebut, Ronny Tome, transaksi dengan Bitcoin tersebut berjalan lancar. Diceritakan Tome, pembeli vila tersebut pada awalnya mencoba sistem transfer terlebih dahulu dengan mentransfer 1 bitcoin ke dompet digitalnya. Setelah sukses, transaksi pun dilakukan.

"Semua dilakukan hanya dalam hitungan jam, jika melakukannya dengan transfer bank normal, setidaknya akan butuh beberapa hari atau bahkan satu minggu," ujar Tome.

Tome memuji proses transaksi dengan Bitcoin tersebut sebagai konsep yang menarik dan tidak merepotkan. Para antusias bitcoin pun mengakui bahwa kecepatan transaksi dengan bitcoin merupakan keunggulan dibanding transaksi perbankan tradisional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.