Dicaplok XL, Bagaimana Nasib Karyawan Axis?

Kompas.com - 21/03/2014, 10:24 WIB
XL Axiata KONTAN/ MuradiXL Axiata
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
BANJARMASIN, KOMPAS.com - Perusahaan telekomunikasi XL Axiata telah menyelesaikan transaksi untuk mengakuisisi Axis Telekom Indonesia pada Rabu (19/3/2014). Kedua perusahaan kini sedang dalam proses integrasi. Lalu, bagaimana nasib karyawan Axis?

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Hasnul Suhaimi mengatakan, pihaknya terbuka untuk menerima karyawan Axis, dengan catatan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. “Kami sesuaikan dengan kebutuhan, tentu melalui persyaratan dan proses yang berlaku umum,” kata Hasnul dalam media gathering di Banjarmasin, Kamis (20/3/2014).

Hasnul tidak memberi jawaban rinci soal divisi apa saja atau berapa banyak karyawan Axis yang akan dibawa ke XL. Karyawan XL hingga 2013 tercatat berjumlah sekitar 2.000 karyawan. Perusahaan ini dikenal efisien dalam memaksimalkan sumber daya karyawan.

Selama masa integrasi, Direktur Service Management XL Ongki Kurniawan akan mengambil alih kepemimpinan di Axis. Setelah semua selesai, maka tongkat kepemimpinan akan kembali pada Hasnul.

Untuk sementara XL akan mempertahankan merek, layanan, dan tarif Axis demi menjaga kenyamanan 17 juta pelanggan. Nantinya, pelanggan Axis yang ingin melakukan konsulitasi atau komplain, juga dapat dilayani di XL Center.

“Kita akan kaji sampai berapa lama Axis bakal dipertahankan,” lanjut Hasnul.

Sementara Axis masih dipertahankan, ia berjanji akan memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan Axis, salah satunya dengan roaming nasional. Roaming nasional akan membantu meningkatkan jumlah pelanggan Axis di daerah yang belum dijangkau oleh operator tersebut. Pelanggan di daerah itu bisa menggunakan layanan dan tarif Axis yang memanfaatkan infrastruktur dan jaringan milik XL.

Hasnul menjanjikan kualitas layanan XL dan Axis bisa lebih baik lantaran perusahaan mendapat spektrum frekuensi tambahan. Berkat akuisisi terhadap Axis, XL akan memiliki alokasi frekuensi 22,5MHz di spektrum 1.800MHz, dari sebelumnya yang hanya memiliki alokasi seluas 7,5MHz di 1.800MHz.

Sementara di spektrum 2.100MHz atau blok 3G, XL tetap memiliki alokasi seluas 15MHz. Pemakaian semua frekuensi tambahan itu akan digunakan XL setelah mendapat izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Setelah proses akuisisi selesai, secara perlahan Axis akan merger dengan XL. “Integrasinya saya harapkan bisa berlangsung selama 3 sampai 9 bulan. Saya harapkan tidak lewat tahun 2014,” tuturnya.

Jumlah pelanggan XL-Axis pasca-merger nanti akan lebih dari 65 juta, yang mewakili sekitar 21% pangsa pasar.

Angka ini masih jauh jika dibandingkan pangsa pasar operator Telkomsel yang mencapai 131,5 juta pelanggan pada 2013. Namun, jumlah pelanggan XL-Axis akan melampaui Indosat yang memiliki 59,6 juta pelanggan pada 2013.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X