Ini Dia "Gadget" Pemicu Perang Apple-Samsung

Kompas.com - 03/04/2014, 08:25 WIB
Ilustrasi ReutersIlustrasi
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Ilustrasi

KOMPAS.com — Perang paten antara Apple dan Samsung telah memasuki babak kedua. Bibit-bibit perselisihan hukum kedua perusahaan konon sudah tertanam sejak lama, sebelum akhirnya "meledak" gara-gara kemunculan sebuah gadget.

Itulah sekelumit cerita yang tertulis dalam buku Haunted Empire: Apple After Steve Jobs, buah tangan Yukari Iwatani Kane, yang dikutip oleh Re/Code.

Alkisah, Apple dan Samsung sejak dulu memiliki hubungan erat. Apple merupakan pelanggan besar yang membeli berbagai macam komponen, seperti prosesor, memori, dan layar dari Samsung untuk digunakan pada perangkatnya. Pada 2010, nilai pembelian Apple ini mencapai 6 miliar dollar AS per tahun.

Hingga kemudian, muncul Galaxy S, smartphone Android dari Samsung yang dinilai Apple memiliki sangat banyak kemiripan dengan iPhone 3GS, handset andalan Apple yang telah beredar lebih dulu. Galaxy S boleh dibilang merupakan salah satu bara api pertama dalam sekam.

Apple, Samsung
Galaxy S (kiri) dan iPhone 3GS

Meski keberatan dengan kemiripan perangkat tersebut dengan produk buatan perusahaannya, Tim Cook, COO Apple yang pada kemudian hari menjadi CEO menggantikan Steve Jobs, kala itu merasa "khawatir" dengan hubungan bisnis kedua perusahaan yang sudah terjalin baik.

Alih-alih langsung melayangkan gugatan hukum, Jobs dan Cook lantas menemui Presiden Samsung Lee Jae Yong. Dia diingatkan agar tak lagi meniru produk Apple. Setelah itu, relasi Apple-Samsung mulai memanas.

Pengacara kedua perusahaan mulai banyak terlibat negosiasi dan diam-diam menyiapkan "amunisi" untuk perang hukum yang kemungkinannya makin lama makin membesar. Setelah pertemuan Jobs, Cook, dan Yong, Kepala Penasihat Hukum Apple terbang ke Korea untuk menyampaikan keluhan resmi.

Apple punya dua masalah dengan Samsung. Persoalan pertama menyangkut Galaxy S yang bentuk fisik dan kemasannya dinilai sangat mirip iPhone 3GS. Kedua, ponsel tersebut menggunakan sistem operasi Android besutan Google yang menurut Apple juga memakai teknologinya tanpa izin.

Samsung menolak mengakui adanya kesamaan antara kedua perangkat dan balik menuduh Apple telah melanggar properti intelektualnya. Kemunculan tablet 7 inci Galaxy Tab pada September 2010 semakin memperkeruh suasana.

Pada titik ini Apple mengajukan proposal lisensi paten kepada Samsung. Besarnya 30 dollar AS per smartphone dan 40 dollar AS per tablet yang dijual Samsung. Pada 2010, jumlah total biaya lisensi yang harus dibayar Samsung mencapai 250 juta dollar AS.

Namun, Samsung kembali menampik. Selama berbulan-bulan setelahnya, Apple dan Samsung terlibat dalam negosiasi tanpa ujung dengan harapan menghindari sengketa terbuka. Apabila terjadi "perang", taruhannya sungguh besar, menyangkut uang miliaran dollar dan tampuk kepemimpinan dunia mobile.

Samsung
Galaxy Tab 10.1

Segala jalan mendadak buntu ketika Samsung merilis Galaxy Tab 10.1 pada Februari 2011. Tablet berikutnya dari Samsung ini malah makin mirip dengan iPad dengan ukuran yang sebanding. "Seolah-olah Samsung hendak mendekati batas serapat mungkin selagi tak dipaksa mundur," tulis Kane.

Batas itu dinilai Apple sudah lewat. Galaxy Tab 10.1 menjadi pemantik yang meledakkan konflik terpendam antara Apple dan Samsung. Perjalanan panjang di meja hijau pun dimulai dan masih belum berakhir sampai kini.



Sumber Re/code
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X