Ada Apa dengan Jaringan Indosat?

Kompas.com - 03/04/2014, 12:42 WIB
Kantor pusat Indosat di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Aditya Panji/KompasTeknoKantor pusat Indosat di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com — Jaringan operator seluler Indosat mengalami gangguan sejak Rabu malam dan masih terjadi hingga Kamis siang (3/4/2014). Sebagian besar pelanggan Indosat mengeluh di media sosial karena ponsel mereka tidak mendapatkan sinyal sehingga tak bisa berkomunikasi.

Hal ini diakui Indosat membuat pelanggan sulit melakukan panggilan telepon, berkirim pesan singkat, dan mengakses layanan data (internet), termasuk pelanggan data segmen korporasi yang berbasis Internet Protocol (IP)/Ethernet.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Indosat?

Dalam keterangan resmi, Indosat mengatakan "telah ditemukan adanya anomali trafik berupa flooding traffic di sisi IP MPLS yang menyebabkan kelebihan beban (overload) di perangkat Indosat".

MPLS atau multiprotocol label switching merupakan cara penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Seperti dikutip dari Wikipedia, prinsip kerja MPLS adalah "menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya".

Sementara itu, akun Twitter BGP Monitoring melaporkan, sistem jaringan Indosat telah "membajak" 415.652 IP prefix yang diduga akibat kesalahan konfigurasi Border Gateway Protocol (BGP) pada router Indosat.

Prefix IP tersebut mengakses jaringan beberapa perusahaan besar, seperti Apple, Telia, NTT, Level3, Comcast, CableOne, dan Akamai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pembajakan" IP prefix yang dimaksud di sini adalah alamat-alamat prefix internet milik beberapa perusahaan tersebut telah diarahkan ke alamat IP yang salah oleh Indosat. Contoh imbasnya, jika ada pengguna yang ingin mengakses jaringan/server milik Apple, maka akan bermasalah.

Ketika ditanya tentang laporan BGP Monitoring tersebut, Juru Bicara Indosat Adrian Prasanto belum bisa memberi keterangan. "Kami belum bisa kasih komentar ke arah itu karena sedang dilakukan investigasi," tutur Adrian.

"Human error"

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.