Paling "Hijau," Apple Kalahkan Google dan Facebook

Kompas.com - 04/04/2014, 20:36 WIB
Ilustrasi data center ShutterstockIlustrasi data center
Penulis Aditya Panji
|
EditorAditya Panji
KOMPAS.com - Tiga tahun lalu Apple dinobatkan oleh Greenpeace sebagai perusahaan teknologi yang "kotor" karena memanfaatkan energi yang tidak ramah lingkungan untuk pusat data ( data center) layanan internet. Kini kondisi itu sudah berubah, Apple menjadi pemimpin inovasi "internet hijau."

Menurut laporan terbaru Greenpeace yang diterbtkan April 2014, data center Apple di tahun ini mendapat poin 100 persen untuk indeks energi bersih (clean energy index) tanpa pemanfaatan energi nuklir, batu bara, dan gas alam.

Apple mendapat nilai A untuk urusan transparansi, kebijakan, dan advokasi pada data center, serta mendapat nilai B untuk efisiensi energi. Sekitar 60 persen daya yang digunakan Apple untuk data center di Carolina Utara, berasal dari pembangkit listrik tenaga surya dan sisanya berasal dari sumber lokal yang dapat diperbarui.

"Komitmen Apple untuk energi terbarukan telah membantu menetapkan ambang baru bagi industri, menggambarkan secara sangat konkret bahwa internet terbarukan 100 persen berada dalam jangkauannya, dan menyediakan beberapa model intervensi bagi perusahaan lain yang ingin membangun internet berkelanjutan," tulis Greenpeace dalam laporannya.

Data center Apple selama ini melayani segala produknya yang berhubungan dengan internet, termasuk situs web Apple, toko konten multimedia iTunes, toko aplikasi dan game App Store, hingga layanan komputasi awan iCloud.

Setelah Apple, organisasi lingkungan hidup itu menilai Facebook dan Google patut masuk dalam kategori perusahaan internet "hijau" di tahun 2014. Meskipun, kedua perusahaan masih menggunakan energi nuklir, batu bara, dan gas alam untuk data center-nya (laporan terbaru Greenpeace bisa dilihat di sini).

Sementara itu, beberapa perusahaan internet besar lain belum bisa disebut hijau. Amazon dan Twitter tercatat sebagai pelanggar terburuk versi Greenpeace. Begitu juga dengan LinkedIn, Zynga, Vimeo, Dropbox, dan Pinterest, dinilai masih memanfaatkan "energi kotor".

Berikut cuplikan gambar dalam laporan Greenpeace yang bertajuk: "Clicking Clean: How Companies are Creating the Green Internet (April 2014)."

Greenpeace



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X