Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengguna "Dipaksa" Pakai Aplikasi Facebook Messenger

Kompas.com - 10/04/2014, 13:36 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAs.com - Facebook tak akan lagi membiarkan pengguna mengirim dan menerima pesan pribadi dari aplikasi mobile jejaring sosialnya. Perusahaan mengharuskan pengguna memasang aplikasi pesan instan Facebook Messenger di perangkat mobile untuk berkirim pesan pribadi layanan tersebut.

Facebook mulai memberitahukan hal tersebut kepada pengguna di Perancis, Inggris, dan beberapa negara Eropa lain, Rabu (9/4/2014). Pengguna diminta memakai aplikasi Facebook Messenger yang terpisah dari aplikasi jejaring sosial Facebook.

Juru bicara Facebook, Derick Mains mengatakan, hal ini akan berlaku juga kepada seluruh pengguna Facebook di belahan dunia lain.

Langkah ini bertujuan memberi pengalaman konsisten memakai aplikasi Facebook Messenger yang bekerja lebih cepat untuk berkirim pesan pribadi. Dengan aplikasi ini pengguna juga dimungkinkan melakukan panggilan telepon.

"Kami telah membangun pengalaman yang cepat dan andal melalui Messenger dan sekarang masuk akal bagi kita untuk memfokuskan semua energi dan sumber daya kita pada pengalaman itu," kata Mains seperti dikutip dari Reuters.

Memaksa pengguna memakai aplikasi pesan pada ponsel pintar dapat mendongkrak popularitas Facebook Messenger di tengah ketatnya persaingan menghadapi Snapchat atau Line.

Di sisi lain, strategi ini dianggap mengganggu pengguna. Ketika mereka sedang mengakses aplikasi  jejaring sosial Facebook, lalu mengklik notifikasi pesan pribadi, maka pengguna akan berpindah aplikasi ke Facebook Messenger.

Beberapa pengguna di Eropa mengeluhkan paksaan ini melalui media sosial Twitter. Sebagian berpendapat mereka sudah terlanjur nyaman memakai layanan pesan instan dalam aplikasi jejaring sosial Facebook dan tidak mau membebani memori ponsel dengan aplikasi Facebook Messenger.

Facebook sebenarnya telah memiliki aplikasi pesan instan paling populer di dunia, WhatsApp, setelah mengakuisisi perusahaan tersebut senilai 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 223 triliun pada Februari 2014. WhatsApp kini memiliki sekitar 450 juta pengguna aktif di seluruh dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mudah Membuat Password Laptop Windows 11, Windows 10, dan Windows 7

Cara Mudah Membuat Password Laptop Windows 11, Windows 10, dan Windows 7

Gadget
Arti Emoji Mata Melihat ke Atas, Bingung atau Kesal?

Arti Emoji Mata Melihat ke Atas, Bingung atau Kesal?

Internet
Ukuran Kolom Microsoft Excel Bisa Disamakan dengan Mudah lewat Cara ini

Ukuran Kolom Microsoft Excel Bisa Disamakan dengan Mudah lewat Cara ini

Software
iPhone Bisa Cek Status Penerbangan Pesawat via iMessage, Begini Caranya

iPhone Bisa Cek Status Penerbangan Pesawat via iMessage, Begini Caranya

Software
Baterai HP Tidak Mengisi saat Dicas? Ini 5 Cara Mengatasinya

Baterai HP Tidak Mengisi saat Dicas? Ini 5 Cara Mengatasinya

Hardware
Mriya Hancur, Satelit Dikirim Pakai Beluga

Mriya Hancur, Satelit Dikirim Pakai Beluga

e-Business
Cara Menyembunyikan Nomor HP di GetContact agar Tidak Bisa Dicari

Cara Menyembunyikan Nomor HP di GetContact agar Tidak Bisa Dicari

Software
Cara Langganan Amazon Prime Video dan Daftar Harga Paketnya

Cara Langganan Amazon Prime Video dan Daftar Harga Paketnya

e-Business
Kenapa Jaringan Indosat Lemot padahal Kuota Internet Masih Banyak? Ini 4 Cara Mengatasinya

Kenapa Jaringan Indosat Lemot padahal Kuota Internet Masih Banyak? Ini 4 Cara Mengatasinya

Internet
Kode Verifikasi WhatsApp Tidak Muncul di SMS? Ini 5 Penyebabnya

Kode Verifikasi WhatsApp Tidak Muncul di SMS? Ini 5 Penyebabnya

Software
Waspada Penipuan Baru WhatsApp, Dapat Uang dari Like YouTube

Waspada Penipuan Baru WhatsApp, Dapat Uang dari Like YouTube

Internet
2 Cara Membuka HP Xiaomi yang Lupa Kata Sandi atau Pola

2 Cara Membuka HP Xiaomi yang Lupa Kata Sandi atau Pola

Hardware
Ini 4 Penyebab dan Cara Mengatasi Layar HP Gerak Sendiri atau “Ghost Touch”

Ini 4 Penyebab dan Cara Mengatasi Layar HP Gerak Sendiri atau “Ghost Touch”

Hardware
Sony DualSense Edge Wireless Controller untuk PS5 Meluncur, Ini Harganya di Indonesia

Sony DualSense Edge Wireless Controller untuk PS5 Meluncur, Ini Harganya di Indonesia

Hardware
Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Internet
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.