BlackBerry Bantah Mau Keluar dari Bisnis Smartphone

Kompas.com - 11/04/2014, 09:58 WIB
CEO BlackBerry, John Chen The Walt Disney CompanyCEO BlackBerry, John Chen
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Kamis (10/4/2014) kemarin, kantor berita Reuters mempublikasikan hasil wawancara dengan CEO BlackBerry John Chen yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut akan keluar dari bisnis perangkat jika terus menerus mengalami kerugian.

Artinya, BlackBerry bisa saja berhenti membuat smartphone kalau dipandang perlu dilakukan secara finansial. "Kalau saya tak bisa mendatangkan uang dari handset, saya tak akan terjun ke bisnis perangkat," kata Chen ketika itu.

Beberapa saat setelah pemberitaan tersebut meluas lewat banyak portal berita lain -termasuk KompasTekno- Chen mengeluarkan klarifikasi di sebuah posting blog BlackBerry.

Di dalamnya, dia mengatakan bahwa wawancara dengan Reuters telah dibawa "keluar konteks" dan menegaskan bahwa BlackBerry tidak berniat untuk keluar dari bisnis ponsel.

"Saya tahu bahwa Anda masih suka dengan perangkat BlackBerry. Saya juga menyukai mereka dan tahu bahwa perangkat-perangkat tersebut menjadi pondasi perusahaan. Fokus kami sekarang adalah menemukan cara untuk mendatangkan untung dari bisnis ini," tulis Chen.

Dia menjelaskan bahwa BlackBerry bukan perusahaan yang hanya bergantung dari ponsel, namun menghadirkan solusi end-to-end di mana handset merupakan salah satu bagiannya.

Dalam hal ini, pendapatan bisnis ponsel turut didukung oleh pemasukan dari bisnis lain seperti layanan enterprise, software, dan messaging. Chen menambahkan bahwa Blackberry turut berinvestasi di teknologi machine-to-machine yang akan menjadi tulang punggung Internet of Things.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terakhir, dia menyatakan bahwa BlackBerry akan terus melanjutkan bisnis ponsel dan merilis perangkat dengan "keyboard ikonik" dan fitur lain yang identik dengan perusahaan asal Kanada itu.

"Tenang saja, kami akan terus berjuang. Kami belum menyerah dan tidak akan meninggalkan bisnis perangkat," pungkas Chen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.