Kompas.com - 15/04/2014, 16:27 WIB
Chairman Asus Jonney Shih membandingkan kinerja prosesor intel Atom, Snapdragon 600, dan Exynos 5 Octa 5410 dalam acara peluncuran Asus Zenfone di Jakarta,  Selasa (15/4/2014). Oik Yusuf/KompasTeknoChairman Asus Jonney Shih membandingkan kinerja prosesor intel Atom, Snapdragon 600, dan Exynos 5 Octa 5410 dalam acara peluncuran Asus Zenfone di Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Seri smartphone terbaru dari Asus, Zenfone, dimotori prosesor Intel yang memiliki dua buah inti pemrosesan (CPU).

Kendati terbilang lebih sedikit dibandingkan prosesor dari produsen lain yang bisa mengusung jumlah inti hingga 8 buah, Asus berani mengklaim bahwa kinerja prosesor Intel yang digunakannya lebih tinggi dibandingkan produk kompetitor.

"Orang sering salah paham memandang bahwa jumlah core itu semakin banyak semakin baik, padahal yang paling penting kualitas arsitekturnya, termasuk dalam skenario multitasking. Itu sebabnya core Cyclone pada prosesor Apple A7 hanya berjumlah dua buah," ujar Chairman Asus Jonney Shih dalam acara peluncuran Zenfone di Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Untuk membuktikan ucapannya itu, Shih memperlihatkan slide presentasi berisi sejumlah hasil benchmark di mana prosesor dual-core Intel Atom milik Zenfone mengalahkan dua prosesor quad-core Snapdragon 600 dan Exynos 5 Octa 5410 (4+4 core).

"Arsitektur Intel bisa mengalahkan prosesor ARM yang jumlah core-nya lebih banyak," ujar Shih.

Di samping core prosesor yang diklaim lebih berkualitas dibandingkan arsitektur ARM, Shih menambahkan bahwa prosesor Intel Atom pada Zenfone turut diperkuat unit pengolah grafis (GPU) yang bertenaga dan memori 64-bit yang menyediakan bandwidth hingga dua kali lebih tinggi dibandingkan tipe 32-bit.

Manajer produk dan pemasaran Asus Indonesia Juliana Cen menjelaskan bahwa Zenfone merupakan smartphone pertama dari Asus yang mengusung prosesor buatan Intel. Dia mengatakan percaya diri melempar produk yang berlawanan dengan kebanyakan ponsel Android (berbasis ARM) tersebut ke pasaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami melihat prosesor Intel itu justru bagus. Bayangkan, prosesor yang biasa dipakai di notebook kini masuk ke smartphone," kata Juliana ketika ditemui di sela-sela acara. Kendati demikian, dia mengaku belum tahu apakah Asus akan kembali meluncurkan ponsel berbasis prosesor Intel atau tidak.

Di Indonesia, tiga model ponsel yang termasuk dalam seri Zenfone dibanderol dengan harga relatif terjangkau, yaitu Rp 1,1 juta untuk Zenfone 4 (layar 4 inci), Rp 2,1 juta untuk Zenfone 5 (layar 5 inci), dan Rp 3,1 juta untuk mode teratas Zenfone 6  yang memiliki layar 6 inci.

Juliana mengatakan pihaknya sengaja membanderol Zenfone dengan harga murah karena dinilai sesuai dengan pasar Indonesia. "Zenfone bukan hanya menyasar kelas bawah, namun juga kelas menengah atas karena harganya lebih rendah dibandingkan kompetitor lain yang sekelas," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.