Kompas.com - 16/04/2014, 09:38 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Samsung rupanya selalu membuat strategi untuk menghadang kehadiran ponsel pintar Apple iPhone terbaru di pasar global. Sebelum iPhone 5 diluncurkan pada 2012, terungkap bahwa tim Samsung di Amerika Serikat merancang strategi untuk menjegal iPhone 5.

Dalam sebuah e-mail yang ditulis pada 5 Juni 2012 oleh mantan CEO Samsung kawasan Amerika Serikat, Dale Sohn, terlihat bagaimana petinggi Samsung memerintahkan anak buahnya membuat "rencana perlawanan."

"Seperti yang Anda ketahui, akan ada tsunami ketika iPhone 5 datang. Ini akan terjadi sekitar bulan September atau Oktober," tulis Sohn memperingatkan para karyawan.

"Menurut arahan dari CEO, kita harus menyiapkan rencana perlawanan untuk menetralkan tsunami ini," tambahnya. Kata 'CEO' yang dimaksud oleh Sohn di sini mengacu pada JK Shin, yang tak lain adalah CEO sekaligus kepala bisnis mobile di Samsung.

Dokumen pembicaraan e-mail itu diungkapkan Apple dalam persidangan gugatan hukum melawan Samsung di California, Amerika Serikat.

Chief Marketing Officer Samsung untuk kawasan Amerika Serikat, Todd Pendleton, mengakui pihaknya memang menyiapkan sejumlah strategi pemasaran untuk "menyambut" iPhone 5. "Tujuan kami di Samsung selalu menjadi nomor 1 dalam segala hal yang kita lakukan. Untuk mengalahkan semua orang," tukas Pendleton.

Tak lama setelah itu Samsung memulai kampanye pemasaran "The Next Big Thing" yang agresif mengejek iPhone dan mempromosikan bahwa ponsel Samsung Galaxy adalah yang terbaik di pasar.

Gugatan kali ini merupakan perang paten terbesar kedua bagi kedua perusahaan setelah Apple memenangkan gugatan paten pada Agustus 2012 di Amerika Serikat yang mewajibkan Samsung membayar ganti rugi uang dalam jumlah besar.

Nah, kali ini Apple berusaha meminta pengadilan agar Samsung membayar 2 miliar dollar AS karena melanggar beberapa paten peranti lunak dan desainnya. Sementara Samsung berpendapat Apple telah menggar dua patennya.

Namun, kali ini kedua pihak lebih mengandalkan cerita di balik pelanggaran paten untuk memengaruhi dewan juri, bukan rincian bukti atas pelanggaran paten tersebut.

Apple ingin menunjukan betapa sulit mereka mengembangkan iPhone dan dengan serta-merta Samsung menconteknya. Sedangkan Samsung ingin juri tahu bagaimana kerja keras mereka mengejar Apple dan karena itulah harus berinovasi sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.