Kompas.com - 17/04/2014, 08:10 WIB
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Setelah merilis kacamata pintar Google Glass untuk kalangan developer di awal tahun ini, Google pada Selasa (15/4/2014) mulai menjualnya untuk umum. Sontak Google Glass laris dibeli oleh mereka yang penasaran dengan kemampuan yang dimiliki kacamata pintar ini.

"Saya ingin melihat seberapa canggihnya alat ini dan apa yang bisa dilakukan dengannya," ujar Nate Gilbert, salah seorang pembeli Glass yang mengatakan bahwa saat ini ia bekerja untuk perusahaan yang menjadi rival Google, seperti dikutip dari CNN (15/4/2014).

Penawaran tersebut dilakukan Google melalui Explorer Program, di mana pembeli bisa mendapatkan Google Glass melalui transaksi online, sehingga tidak ada antrean di depan gedung Google.

Dalam penawaran yang berlaku selama satu hari tersebut, Google membanderol Glass seharga 1.500 dollar AS (sekitar Rp 17 juta), ditambah bonus sepasang kaca lensa atau sebuah frame.

Walau dirasa cukup mahal, namun hal tersebut tidak menyurutkan minat calon pembeli kacamata pintar Google itu.

Google tidak merilis berapa jumlah kacamata pintarnya yang sudah terjual, namun di halaman Google Plus resmi milik Google Glass, Google mengatakan bahwa kacamata pintar dengan warna frame Cotton (putih) sudah habis terjual, menyisakan frame dengan pilihan warna Charcoal.

Menunda demi perbaikan

Walau sudah diluncurkan lebih dari setahun yang lalu, namun Google terus menunda-nunda penjualan Google Glass. Menurut CNN, hal tersebut disebabkan karena secara teknis, Glass masih dalam tahap beta.

Google terus mengembangkan Glass dari waktu ke waktu, seperti update hardware dan desain frame yang dirombak, sehingga menjadi lebih ramah guna.

Sehari sebelum menjual Glass secara online, Google juga telah mengumumkan akan merilis update software, yang rencananya akan bisa diunduh mulai minggu depan. Upgrade tersebut ditujukan untuk memperpanjang umur baterai dan mempermudah update software di masa mendatang.

Fitur video call juga terpaksa ditanggalkan Google dari Glass, pasalnya fitur tersebut mendapat banyak keluhan kualitas yang buruk, dan pengalaman penggunaan yang tidak nyaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.