Kompas.com - 23/04/2014, 13:23 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Perdebatan tentang platform video dalam web mana yang akan menjadi standar di masa depan nampaknya akan segera ditentukan tahun ini. Platform Flash yang sudah lama digunakan dalam menampilkan video web harus bersaing dengan pendatang baru, HTML5. Dan nampaknya, Flash harus mengalah.

Indikasi bahwa Flash akan mulai ditinggalkan sudah diramalkan oleh Steve Jobs pada tahun 2010. Saat itu, dalam e-mail-nya, Jobs mengatakan bahwa HTML5 akan banyak diadopsi di masa depan, sementara Flash tak lagi diperlukan.

Kehadiran standar baru HTML5 memang membawa dampak pada platform video Flash. Dalam hal video online, HTML5 disebut lebih canggih karena menawarkan dua "peluru" alias hal yang tak bisa dilakukan oleh Flash, yaitu dukungan di platform mobile dan semantic markup.

1. Platform mobile

Platform mobile yang kian banyak diadopsi juga membuat Flash harus tersingkir. Penjualan PC yang kian menurun, makin banyaknya konsumen yang mengakses konten web termasuk video dari perangkat mobile juga turut andil. Iklan-iklan video kini juga mulai menyasar pengguna mobile.

Sistem operasi Android dan iOS sendiri tidak mendukung Flash di browser mobile-nya. Karena itu Flash lebih banyak digunakan di platform desktop PC. Sementara, menurut Gartner, penjualan PC sendiri sedang mengalami penurunan hingga 10 persen antara tahun 2012-2013.

Pengiklan juga saat ini dihimbau untuk menggunakan HTML5 sebagai standar iklan mobile mereka, agar bisa dijalankan di beragam platform. Hal tersebut terungkap dalam sebuah surat terbuka yang dibuat oleh Interactive Advertising Bureau untuk para pengiklan.

Surat tersebut ditandatangani oleh brand-brand besar, seperti AOL, Conde Nast, Forbes, Google, The New York Times, Time Inc., dan Wall Street Journal.

Selain itu, sebuah laporan Global Benchmark Report yang dibuat oleh lembaga Sizmek, format HTML5 yang lebih mobile friendly disebut sebagai salah satu perubahan penting dalam dunia iklan digital.

Laporan tersebut merupakan hasil dari pantauan 913 juta ad impression di seluruh dunia sepanjang tahun 2013. Hasilnya, tingkat adopsi HTML5 akan meningkat di tahun 2014 karena makin banyak industri kreatif yang menggunakannya sebagai standar, di samping bisa mendukung beragam sistem operasi mobile.

HTML5 dalam industri iklan bukan hanya dimanfaatkan untuk memutar video saja, namun juga memungkinkan pengguna melakukan transaksi. Sementara, situs web berbasis Flash membatasi penggunanya berinteraksi di perangkat mobile.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.